Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

by Visioner Indonesia
Agustus 9, 2026
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

Jakarta, 9 Agustus 2026 – Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli lalu . Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani korban pada pekan depan .

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemanggilan ini merupakan penjadwalan ulang karena sebelumnya pihak dokter berhalangan hadir . “Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (8/8) .

Pemeriksaan ini bertujuan mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa Sutrimo meninggal dalam kondisi mulut berbusa . Polisi juga akan mencocokkan foto dan video viral dengan fakta di lapangan. “Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan,” jelas Budi .

Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di halaman klinik pada Kamis (23/7) pagi dan sempat dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring . Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia . Informasi yang beredar menyebut Sutrimo merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, meski polisi masih mendalami hal tersebut .

Keluarga Sutrimo di Banyumas telah melapor ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8) malam untuk meminta kepastian hukum terkait penyebab kematian . Mereka menyatakan siap kooperatif jika polisi perlu melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk autopsi ulang . “Kalau (menurut) kami biar itu sesuai prosedur hukum, pada prinsipnya kami kooperatif,” ujar penasihat hukum keluarga, Aan Rohaeni .

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sampel obat, rambut, dan rekaman CCTV dari klinik serta rumah sakit, untuk diuji di laboratorium forensik .


Previous Post

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Next Post

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Related Posts

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya
BUMN

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

Agustus 9, 2026
PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”
BUMN

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Agustus 9, 2026
Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan
HUKUM

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Agustus 9, 2026
Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi
HUKUM

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Agustus 9, 2026
Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes Hina Pasien BPJS: Jangan Jumawa, Bijaklah Bermedia Sosial!
Entertainment

Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes Hina Pasien BPJS: Jangan Jumawa, Bijaklah Bermedia Sosial!

Agustus 9, 2026
OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari
Ekonomi

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Agustus 9, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Pendidikan Fondasi Kemajuan Riset dan Inovasi Indonesia

RUU Sisdiknas: Gaji Pokok Guru Swasta Diatur, Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Dialokasikan APBN

13 Negara dan Ribuan Wisatawan Meriahkan Festival Bunga Tomohon 2026

Latihan Gabungan Paskibraka Nasional Dimulai, 8.100 Peserta Siap Tampil di HUT ke-81 RI

Pramono Anung Putuskan Bongkar JPO “Love-Hate” di Rasuna Said

Hashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru di Formas, Total Anggota Tembus 103 Organisasi

TERPOPULER

Pendidikan Fondasi Kemajuan Riset dan Inovasi Indonesia

RUU Sisdiknas: Gaji Pokok Guru Swasta Diatur, Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Dialokasikan APBN

13 Negara dan Ribuan Wisatawan Meriahkan Festival Bunga Tomohon 2026

Latihan Gabungan Paskibraka Nasional Dimulai, 8.100 Peserta Siap Tampil di HUT ke-81 RI

Pramono Anung Putuskan Bongkar JPO “Love-Hate” di Rasuna Said

Hashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru di Formas, Total Anggota Tembus 103 Organisasi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved