Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes Hina Pasien BPJS: Jangan Jumawa, Bijaklah Bermedia Sosial!

by Visioner Indonesia
Agustus 9, 2026
in Entertainment, HUKUM
Reading Time: 2min read
Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes Hina Pasien BPJS: Jangan Jumawa, Bijaklah Bermedia Sosial!

Jakarta, 9 Agustus 2026 – Nama dr. Tirta Mandira Hudhi angkat bicara soal viralnya komentar sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang menghina pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di media sosial. Dokter sekaligus pegiat medsos itu meminta rekan sejawatnya untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak meremehkan kekuatan komunikasi publik .

Kasus ini bermula dari keluhan Yurizal yang dibuat di akun Threads pribadinya. Ia mengeluh soal pelayanan rawat inap yang tak kunjung didapat setelah menunggu berjam-jam. Unggahan itu viral, tetapi justru dibalas dengan komentar negatif dan nirempati dari oknum nakes . Beberapa di antaranya bahkan menyebut Yurizal “kurang kerjaan”.

“Burnout Bukan Alasan!”

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat menyebut bahwa perilaku nakes tersebut bisa dipicu oleh kelelahan emosional alias burnout . Namun, dr. Tirta menolak mentah-mentah alasan tersebut. Menurutnya, burnout adalah hal wajar yang dialami semua orang, dari kuli bangunan hingga tukang becak. Namun, itu tidak bisa menjadi pembenaran untuk menghina pasien.

“Kalau kamu stres di Threads, ya kamu jangan main Threads. Diam aja! Pada dasarnya apa yang terjadi di Threads itu udah salahnya sejawat. Jadi kalian nggak perlu ngalor-ngidul alesan,” tegas dr. Tirta .

Ia menegaskan, kasus ini murni tentang pasien yang komplain dan oknum nakes yang membalas dengan komentar buruk. “Pasien memiliki hak untuk komplain. Sebagai penyedia jasa, tugas kita memberikan penjelasan yang baik, se-simple itu,” tambahnya .

“Dokter Jangan Jumawa, Belajar Komunikasi!”

Dalam kesempatan itu, dr. Tirta juga mengingatkan agar para dokter spesialis tidak meremehkan ilmu komunikasi. Menurutnya, banyak dokter yang jago secara medis, tetapi gagal dalam berkomunikasi dengan pasien, apalagi di ranah digital .

“Masih ingat banget di kepala saya tahun 2023, mayoritas dokter spesialisnya selalu menggampangkan ‘halah guru medsos, gampang lah’. Kalian itu tidak bisa menolak namanya perkembangan teknologi,” ujar dr. Tirta.

Ia menyoroti bahwa saat ini masyarakat mengecek reputasi dokter melalui Google dan media sosial. Jejak digital seorang dokter, termasuk komentarnya, akan menjadi penilaian publik. “Sekarang masyarakat Indonesia mengecek dokter melalui Google, AI, lewat LinkedIn, lewat media sosial. Jadi ketika kalian sudah berkomentar di media sosial, otomatis komentar tersebut menjadi milik publik,” pungkas dr. Tirta .

Pelajaran Berharga bagi Nakes dan Publik

Kasus ini telah berujung pada sanksi hingga pemecatan terhadap sejumlah nakes yang terlibat. Kementerian Kesehatan juga mengecam keras perilaku tersebut dan mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia sosial bagi tenaga kesehatan . Kini, publik berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik nakes maupun pasien, agar lebih bijak dalam berinteraksi dan menggunakan media sosial.


Previous Post

Selebgram Nabila Gardena Terseret Isu Korupsi Timah, Kuasa Hukum: “Tidak Ada Bukti Keterlibatan”

Next Post

Mantan Asisten Bongkar Kelakuan Richard Lee: “Tega, Tak Berperikemanusiaan!”

Related Posts

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya
BUMN

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

Agustus 9, 2026
PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”
BUMN

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Agustus 9, 2026
Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan
HUKUM

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Agustus 9, 2026
Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan
HUKUM

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

Agustus 9, 2026
Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi
HUKUM

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Agustus 9, 2026
Wali Band Bikin Penonton The Sounds Project 2026 Nangis dan Doa Bareng
Entertainment

Wali Band Bikin Penonton The Sounds Project 2026 Nangis dan Doa Bareng

Agustus 9, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Pendidikan Fondasi Kemajuan Riset dan Inovasi Indonesia

RUU Sisdiknas: Gaji Pokok Guru Swasta Diatur, Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Dialokasikan APBN

13 Negara dan Ribuan Wisatawan Meriahkan Festival Bunga Tomohon 2026

Latihan Gabungan Paskibraka Nasional Dimulai, 8.100 Peserta Siap Tampil di HUT ke-81 RI

Pramono Anung Putuskan Bongkar JPO “Love-Hate” di Rasuna Said

Hashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru di Formas, Total Anggota Tembus 103 Organisasi

TERPOPULER

Pendidikan Fondasi Kemajuan Riset dan Inovasi Indonesia

RUU Sisdiknas: Gaji Pokok Guru Swasta Diatur, Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN Dialokasikan APBN

13 Negara dan Ribuan Wisatawan Meriahkan Festival Bunga Tomohon 2026

Latihan Gabungan Paskibraka Nasional Dimulai, 8.100 Peserta Siap Tampil di HUT ke-81 RI

Pramono Anung Putuskan Bongkar JPO “Love-Hate” di Rasuna Said

Hashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru di Formas, Total Anggota Tembus 103 Organisasi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved