Dito Ariotedjo Bersaksi: Tambahan Kuota Haji 2024 Berawal dari Tawaran Raja Arab Saudi ke Jokowi

Jakarta, 12 September 2026 – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). Dalam kesaksiannya, Dito mengungkap bahwa tambahan kuota haji 20.000 jemaah untuk 2024 bermula dari tawaran langsung Raja Arab Saudi kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo .

Dito mengaku turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan ke Arab Saudi pada Oktober 2023. Agenda tersebut mencakup pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Mohammed bin Salman Al-Saud hingga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-GCC .

“Yang saya tahu memang dari Raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan. Tapi tidak hanya sebatas kuota, ada berbagai sektor lain ya seperti investasi dan perdagangan lainnya,” kata Dito di hadapan majelis hakim .

Pembicaraan di Sela Makan Siang

Dito menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai haji terjadi saat agenda makan siang yang menjadi bagian akhir rangkaian pertemuan Jokowi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, Raja Arab Saudi menanyakan kembali poin-poin yang perlu menjadi fokus konkret dari pertemuan kedua pimpinan negara .

Saat jaksa menggali apakah tawaran tambahan kuota berkaitan dengan panjangnya antrean jemaah haji Indonesia, Dito menyatakan tidak mendengar adanya pembahasan khusus mengenai hal tersebut. “Oh, tidak ada. Itu hanya pada saat itu yang saya dengar dan ikuti karena pertemuan sudah selesai,” ujarnya .

Tidak Mengetahui Jumlah dan Rapat Teknis

Dito mengaku tidak mengetahui secara rinci berapa jumlah tambahan kuota yang dibicarakan. Menurutnya, pembahasan mengenai angka dan persoalan teknis kuota dilakukan dalam rapat lanjutan yang tidak diikutinya. “Tidak ikut, karena itu bukan ranah kami,” kata Dito .

Jaksa Penuntut Umum KPK kemudian memutar rekaman pidato Jokowi soal tambahan kuota haji 20.000 di persidangan. Dalam pidato tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu dengan Kerajaan Arab Saudi untuk membahas panjangnya antrean jemaah haji di Indonesia, bahkan ada calon jemaah yang harus menunggu hingga 47 tahun .

“Alhamdulillah, ditanggapi sangat positif dan kurang dari 12 jam, komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan paling tidak 20.000 untuk tahun depan,” ujar Jokowi dalam rekaman yang diputar .

Dito Merasa Lega

Usai bersaksi, Dito mengaku merasa lega karena akhirnya bisa menyampaikan secara terbuka di persidangan soal alasan dirinya ikut mendampingi Jokowi ke Arab Saudi. “Hampir setahun nunggunya, alhamdulillah hari ini saya sudah tenang,” kata Dito .

Ia berharap keterangannya dapat membantu proses pembuktian perkara tersebut. Dito juga menegaskan bahwa keterangannya murni berdasarkan apa yang ia ketahui dan alami saat mendampingi Jokowi .

Konteks Kasus

Kasus ini menjerat empat terdakwa: mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, serta Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umroh (Kesthuri) Asrul Azis Taba .

KPK menyebutkan kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp622,09 miliar berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kerugian tersebut terdiri dari selisih penerimaan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atas jemaah haji khusus yang seharusnya tidak berhak berangkat sebesar Rp438,2 miliar, penerimaan PIHK dari penjualan kuota petugas haji khusus Rp39,95 miliar, dan fee percepatan pengisian kuota haji khusus tambahan Rp143,92 miliar .

Sidang akan terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru