Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Amien Rais: PAN Kok Seperti Kena Kutukan Sejarah…

by Redaksi
September 2, 2015
in HUKUM
Reading Time: 2min read
amien rais dinilai pengamat ingin kader pan masuk kabinet
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Empat kali ikut pemilu perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) tidak berubah, selalu di posisi kelima. Pada 2019 nanti, PAN pengen naik peringkat, menggeser posisi Partai Gerindra dan PKB.

Pendiri sekaligus bekas Ketua Umum DPP PAN Amien Rais mengaku heran dengan per­olehan suara partainya selama ini. Meskipun berganti-ganti pimpinan, kata dia, suara PAN dalam 4 kali pemilu tetap tidak mengalami kenaikan yang me­muaskan.

“Masa 4 kali pemilu kita no­mor 5 terus. Saya katakan kok seperti kena kutukan sejarah, perolehan kita nggak naik-naik,” kata Amien saat memberikan tausiah politik kepada peserta Musyawarah Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah di Hotel Patra Jasa, Semarang, kemarin.

Ingin coba lepas dari kutukan tersebut, Amien berharap ada perubahan yang cukup baik ba­gi PAN di pemilu 2019. Pada pemilu yang masih 4 tahun lagi, Ketua Dewan Pembina PAN ini berharap partainya naik tingkat dari posisi seka­rang yang hanya nomor 5 saja. “Saudara-saudara seka­lian, takdir seperti itu harus dibuang,” kata Amien.

Kendati demikian, Amin tidak menampik bila pada pemilu 2019 PAN masih belum mampu melesat ke posisi 1 dan 2 hasil perolehan suaranya.

Namun ia berharap PAN masih bisa memiliki peluang untuk menjadi nomor tiga atau empat bersaing dengan Gerindra dan PKB. “Nomor tiga lah. Mungkin teman-teman Gerindra dan PKB akan marah,” kata Amien sambil tertawa.

Bagaimana caranya? Bekas Ketua MPR ini tak ragu me­nyebut, PAN harus mendapat dukungan dari Muhammadiyah selaku ormas terbesar kedua di Indonesia. Massa besar yang dimiliki keluarga besar Muhammadiyah, kata dia, bisa mengantarkan PAN meraih per­olehan suara sekitar 12 persen.

“Andai kata matahari biru duet dengan matahari hijau maka PAN bisa (memperoleh suara) 12 persen. Makanya kader PAN sering-sering sowan ke Muhammadiyah. Kalau sowan bawa oleh-oleh. Bisa sarung, sajadah, bisa THR dan lain sebagainya,” kata Amin sambil tertawa.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta kader berhati-hati dengan sepak terjang 3 parpol dalam meng­hadapi pemilu 2019. PDIP, PKB dan Partai Nasdem selaku partai pendukung pemerintah memiliki peluang untuk men­ingkatkan perolehan suaranya di pemilu 2019.

“Jangan lupa, PDIP sekarang menjadi partai penguasa. Sangat kuat sekali. PDIP tentunya akan memaksimalkan kekuatan yang ada agar tetap berada di posisi puncak,” kata Zulkifli.

Ketua MPR ini juga mengingatkan ke kader partainya jangan menganggap enteng kekuatan PKB dalam Pemilu 2019 mendatang. Bekas Menteri Kehutanan ini menilai kekua­tan PKB akan lebih dahsyat lagi karena didukung organ­isasi kemasyarakatan, yakni politikus PKB yang menjadi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faisal Zaini.

“Itu pun masih ditambah lagi Ketua MUI(Majelis Ulama Indonesia),” kata Helmy. Saat ini, Ketua MUI yang baru adalah Makruf Amin yang juga menjadi Rais Am PBNU.

Zulkifli pun menyampaikan pembacaannya ke kekuatan Partai Nasdem yang diketuai Surya Paloh. Sebagai partai baru, Nasdem kini kekuatannya sudah diperhitungkan. “Apalagi Nasdem punya segala-galanya. Punya Jaksa Agung, punya (sta­siun televisi swasta) Metro TV, iya to,” kata Zulkifli.

Kendati demikian, lanjut Zul, bukan berarti PAN tidak bisa mengalahkan 3 parpol tersebut pada pemilu 2019 nanti. Kata dia, PAN tetap bisa bersa­ing dengan 3 parpol tersebut meskipun posisinya saat ini sedang berada di luar pemerintahan.

“Memang itu tidak mudah. Karena semua mau menang. Tapi dengan kerja keras seluruh kader dan kekompakan, semua bisa terjadi” katanya. (RMOL)

Previous Post

Korea Utara Ancam Korea Selatan Akan Dijadikan Lautan Api

Next Post

Primus “Bakar” Nasionalisme Siswa Pontren Melalui Sosialisasi 4 Pilar

Related Posts

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu
HUKUM

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

April 15, 2026
Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?
HUKUM

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

April 13, 2026
Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Palsu
HUKUM

Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta oleh Pegawai KPK Palsu

April 11, 2026
Yusril Soal Peran TNI dalam Terorisme: Hanya BKO ke Polisi
HUKUM

Yusril Soal Peran TNI dalam Terorisme: Hanya BKO ke Polisi

April 11, 2026
OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang
HUKUM

OTT Bupati Tulungagung, KPK Tangkap 16 Orang

April 11, 2026
Kejagung Amankan Kajari Karo Soal Kasus Amsal Sitepu
HUKUM

Kejagung Amankan Kajari Karo Soal Kasus Amsal Sitepu

April 6, 2026

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved