Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Hipmaburu Malang Minta PemdaTidak Menutup Mata Terhadap Mahasiswa Perantauan di Luar Maluku

by Visioner Indonesia
Mei 14, 2020
in Kesehatan
Reading Time: 2min read
Hipmaburu Malang Minta PemdaTidak Menutup Mata Terhadap Mahasiswa Perantauan di Luar Maluku
0
SHARES
86
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id, Malang – Pada hari Kami, 14 mei 2020 Himpunan Mahasiswa Buru Malang (Hipmaburu Malang) melakukan konferensi pers mengenai bantuan Pemkab Buru Selatan terhadap mahasiswa perantauan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua.

Lolik Lalen Fedak Fena.

Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi covid-19, dan untuk merespon dampak pandemi Covid-19 tersebut, Pemerintah Kab. Buru Selatan, Provinsi Maluku telah mengeluarkan kebijakan berupa Surat Edaran No 360/445.

Surat Sekertaris Daerah nomor 360/445 yang ditujukan kepada Camat Se-Kabupaten Buru Selatan bertujuan untuk mendata Mahasiswa Buru Selatan yang sedang melanjutkan Studi/kuliah di kota Ambon dalam rangka memberikan bantuan kepada mahasiswa yang terjebak pandemi saat ini.

Oleh karenanya, Kami Mahasiswa Kab. Buru Selatan yang tergabung dalam organisasi HIPMA Buru Malang, berterimakasih atas niat baik dari pemeritah daerah Kab. Buru Selatan, atas bantuanya.

Akan tetapi disini yang Kami  ingin sampaikan kepada stakeholder terkait (Pemda Kab. Buru Selatan). bahwa perhatikan juga mahasiswa Kab. Buru Selatan yang berkuliah di luar dari kawasan Maluku.

Tentunya Kami berharap PEMDA jangan setengah hati dalam memberikan bantuan kepada mahasiswa  Buru Selatan. Kami yang berkuliah di Pulau Jawa dan sekitarnya berharap banyak kepada Pemda Buru Selatan agar memperhatikan kami juga yang berkuliah di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Dalam hal ini semisal Kami yang berkuliah di Kota Malang Jawa Timur. Saat ini berada di posisi zona merah yang sangat riskan akan resiko terdampak covid-19 dan Kami tidak balik ke daerah asal kami (Kab. Buru Selatan Kec. Namrole desa Lektama) karena mengikuti instruksi pemerintah agar tidak mudik dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19.

Namun Perlu diketahui kehidupan kami hanya bergantung kepada orang tua dalam mencukupi kebutuhan pangan. Sedangkan orang tua kami penghasilanya di masa pandemi ini berkurang/kurang mencukupi. Kiranya permasalahan ini pun juga sama di alami teman-teman mahasiswa buru selatan yang masih terjebak di tanah rantau yang separunya beradi di lokasi zona merah.

Dalam keterang ini kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Buru Selatan yakni :

1. Memberikan bantuan dampak covid-19 kepada seluruh masyarakat secara merata.

2. Memperhatikan semuah mahasiswa yang terjebak di zona merah covid-19 secara keseluruhan.

3. Keterbukaan dana bantuan covid-19 Kab. Buru Selatan dari tingkat Kecamatan sampai tingkat Desa.

4. Pemerinta daerah harus berperan aktif dalam memperhatikan kemaslahatan masyarakat di Kab. Buru Selatan.

Previous Post

KAHMI Muda, Ansor, dan Karangtaruna Santuni Masyarakat Terdampak COVID-19

Next Post

Japma: KPK Harus Periksa BPK Achsanul Qosasi Dalam Skandal Korupsi Dana Hibah Koni

Related Posts

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi
Kesehatan

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

April 24, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
Kesehatan

Potret Pelayanan BPJS Kesehatan di Tengah Kabar Penyesuaian Iuran

Februari 27, 2026
Kesehatan

Epidemiolog: Virus Nipah Berpotensi Masuk Indonesia

Januari 29, 2026
Kesehatan

Kemenkes Ungkap Masalah Kesehatan Warga Baduy: Gatal dan Diare

Januari 4, 2026
Kesehatan

8 Provinsi Kasus Terbanyak Super Flu di RI: Jawa Timur Terbanyak

Januari 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved