Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

KLASTER COVID BARU DI JOMBANG, HMI: PEMERINTAH HARUS LEBIH SERIUS

by Visioner Indonesia
September 26, 2020
in Default
Reading Time: 2min read

Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jombang per 26 September 2020 sudah mencapai angka 853 kasus dan kemungkinan terus akan bertambah. Bertambahnya kasus pasien positif ini akan terus menambah keresahan bagi masyarakat Jombang. Terlebih ada penambahan klaster baru yang memungkinkan akan semakin cepat penularannya.

Kasus baru dari klaster Pondok Pesantren yang sampai saat ini masih ditutup-tutupi oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dan Juga pengasuh Pondok Pesantren tidak akan menjadi lebih baik. Dikutip dari Media Kabar Jombang, Informasi yg sudah beredar Sebanyak 60 santri di Jombang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Dan diisolasi di Gedung Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu Peterongan, Jombang sejak tiga hari lalu.

Penambahan klaster baru menjadi perhatian sejumlah pihak, salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang, Abdul Fatah Yasin sebagai Ketua Umum menanggapi adanya klaster baru, dia mengatakan, bertambahnya klaster pondok pesantren (Ponpes) tidak bisa dianggap remeh, karena ponpes tempat belajar dan berkumpulnya santri, sehingga penularannya bisa sangat cepat jika tidak segera ditangani.

“Jika ponpes sudah menjadi klaster baru penularan Covid 19, ini akan mempercepat penularan Covid 19 karena ponpes menjadi tempat belajar dan berkumpulnya puluhan ribu santri, jika ini tidak cepat ditangani oleh pengasuh dan pemerintah, bisa mempercepat penularannya,” ujarnya.

Selain itu dia menyampaikan, Keterbukaan pengasuh pondok pesantren dan peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam upaya penanganan dan pencegahan covid 19.

“Pengasuh Pondok Pesantren harus legowo dan terbuka agar kasus Covid 19 di pondok pesantren di jombang segera tertangani dengan baik, terlebih kepada santri yang bermukim di Pondok. Penambahan klaster Ponpes akan berpengaruh terhadap aktifitas belajar mengajar di lingkungan Ponpes dan menambah keresahan bagi wali santri.” Imbuhnya.

“Kami juga meminta pemerintah agar lebih serius menangani pandemi COVID-19 dan kami memohon kepada pengasuh ponpes untuk terbuka agar kita semua bisa bersama-sama bergotong royong dengan Pemerintah, santri, dan juga masyarakat Jombang, semua itu perlu dilakukan untuk memutus mata rantai Covid 19.” Pungkasnya.

Previous Post

Pilkada Di tengah Pandemik dan Resesi Ekonomi , PB HMI sebut Pemerintah Sengaja Melegitimasi Money Politic

Next Post

Konferensi Pers Malang Bangkit

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

TERPOPULER

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved