Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Diduga Tidak Pernah Turun Dapil, Mahasiswa Madura Demo KPK Minta Usut Penggunaan Dana Reses Willy Aditya

by Visioner Indonesia
Oktober 20, 2023
in Default
Reading Time: 2min read

Jakarta – Sejumlah Pemuda mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Madura Jakarta melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/10/2023).

Mereka meminta KPK untuk mengusut penggunaan dana Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Madura Fraksi Partai Nasdem, Willy Aditya, yang dinilai tidak pernah turun dapil.

Menurut koordinator aksi, Abdur Rohman, menyebut bahwa Willy Aditya selama menjabat sebagai anggota DPR RI diduga tidak pernah turun dapil untuk melakukan Reses dan bertemu masyarakat.

“Kami punya wakil rakyat, namun diduga tidak pernah turun dapil, lalu kemana dana reses mengalir?! Kami minta ketegasan KPK untuk mengusut dana rese dari Willy Aditya, anggota DPR Ri fraksi Nasdem yang tidak pernah memberikan kontribusi terhadap Madura selama menjabat,” ucap Rohman di depan gedung KPK, Jumat (20/10/2023).

Rohman menilai keberadaan Willy Aditya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura) tidak ada gunanya bagi masyarakat Madura, karena menurutnya, tidak ada kontribusi nyata yang dilakukan untuk masyarakat Madura.

“Willy Aditya yang menjabat anggota DPR dari dapil Madura tidak ada gunanya untuk masyarakat Madura. Apa yang selama ini dia lakukan atau perjuangkan suara-suara masyarakat Madura?! Tidak ada sama sekali. Ia hanya duduk manis setelah terpilih. Hal ini memungkinkan KPK juga harus turun tangan,” terang Rohman.

Untuk itu, Rohman mendesak KPK untuk memeriksa harta kekayaan Willy Aditya sebagai anggota DPR RI, untuk mengukur kerja dan pendapatannya selama menjabat.

“Kami minta KPK juga memeriksan harta kekayaan Willy. Sebagai anggota pastinya menerima gaji dan tunjangan yang cukup besar. Alih-alih menjadi penyambung suara rakyat, dia hanya duduk manis dengan jabatannya. Wakil rakyat yang tidak mewakili suara masyarakat,” tegas Rohman.

Previous Post

Mahasiswa Himbau Masyarakat Agar Tidak Terpengaruh Gerakan Maklumat Juanda

Next Post

Satgas Anti Mafia Bola Kembali Tetapkan Tersangka, JAN Apresiasi Kinerja Irjen Asep Edi Suheri

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

TERPOPULER

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved