
JAKARTA – Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan di awal 2026 menjadi buah bibir nasional. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, secara terbuka memuji peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dinilai menjadi “kunci rahasia” percepatan target pangan nasional yang sebelumnya diprediksi memakan waktu bertahun-tahun.
Polri dinilai berhasil menjalankan peran ganda. Selain memberantas mafia pupuk yang selama ini meresahkan petani, Polri juga aktif melakukan pendampingan langsung melalui Bhabinkamtibmas di pelosok desa. Hasilnya, distribusi sarana produksi pertanian berjalan lebih tertib dan angka produksi jagung serta padi nasional meningkat signifikan, bahkan melampaui target tahunan.
Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, mengamini bahwa langkah Polri di lapangan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi besar Presiden. “Apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI ini sangat objektif. Kita melihat sendiri bagaimana Polri pasang badan memastikan tidak ada satu butir pupuk pun yang diselewengkan. Ini bukti bahwa Polri bekerja nyata untuk kedaulatan perut rakyat,” tegas Edi Homaidi kepada awak media, Jumat (9/1/2026).
Keberhasilan tersebut tercermin dalam data produksi jagung nasional yang menyentuh angka 16,11 juta ton, di mana kontribusi dari wilayah binaan Polri disebut cukup signifikan. Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi “vaksin” bagi pertanian nasional yang sebelumnya kerap diganggu praktik spekulan serta rantai distribusi yang tidak sehat di tingkat bawah.
Parlemen juga menilai transformasi Polri di bawah komando Listyo Sigit Prabowo telah melampaui tugas penegakan hukum rutin. Keberanian Polri masuk ke sektor ketahanan pangan dianggap sebagai terobosan yang manfaatnya paling dirasakan masyarakat pedesaan, sehingga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput tetap terjaga sepanjang 2026.
Edi Homaidi menambahkan, keterlibatan Polri menjadi alasan kuat mengapa efisiensi kerja institusi ini dinilai tinggi. “Kenapa target pangan bisa tercapai dengan cepat? Karena Polri memiliki jalur komando yang ringkas. Keberhasilan ini adalah hasil dari instruksi yang tegak lurus dari pusat ke daerah tanpa terhambat birokrasi rumit, sehingga persoalan di lapangan langsung mendapat solusi,” jelasnya.
Selain pengawasan distribusi, Polri juga aktif memanfaatkan lahan-lahan tidur milik institusi untuk dikelola menjadi lahan produktif bersama masyarakat. Langkah kreatif ini terbukti efektif menambah stok pangan lokal sekaligus menekan laju inflasi harga pangan di pasar-pasar tradisional yang biasanya melonjak di awal tahun.
Menutup pernyataannya, Edi Homaidi menegaskan bahwa apresiasi dari parlemen harus menjadi penyemangat bagi seluruh personel kepolisian. “KMI meminta Polri tidak cepat puas. Swasembada pangan 2026 adalah kemenangan rakyat, dan Polri telah membuktikan diri sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga ketersediaan piring nasi setiap warga negara,” pungkasnya.





