
VISIONER,– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan komitmennya membawa Polri menjadi institusi modern dan demokratis. Ia menyampaikan bahwa Korps Bhayangkara terbuka terhadap kritik, masukan, dan evaluasi dari seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari proses pembenahan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam buka puasa bersama masyarakat, dan pemuda di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kapolri menekankan bahwa reformasi Polri bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata untuk membangun polisi sipil yang humanis, profesional, dan bertanggung jawab kepada publik.
Sikap ini mendapat respons positif dari berbagai elemen sipil, termasuk Jaringan Aktivis Nusantara (JAN). Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai keterbukaan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang matang dan tidak defensif di tengah dinamika kritik yang berkembang.
“Sikap Jenderal Listyo Sigit yang membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik masyarakat adalah manifestasi kepemimpinan yang progresif. Kami melihat ini sebagai komitmen kuat agar Polri tetap menjadi garda terdepan penjaga demokrasi tanpa harus menjadi antikritik,” ujar Romadhon Jasn kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kapolri juga meminta masyarakat untuk aktif mengawasi kinerja anggota di lapangan. Ia memastikan bahwa Polri tidak akan membatasi ruang berekspresi warga negara, karena kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi yang sehat dan menjadi bahan evaluasi internal.
Menurut Romadhon, narasi Kapolri yang siap dievaluasi merupakan bentuk pertanggungjawaban publik yang konkret. “Ketika pimpinan tertinggi Polri secara terbuka meminta diawasi, itu artinya ia sedang memperkuat sistem kontrol internal sekaligus mengajak publik menjadi mitra perbaikan,” jelasnya.
“Romadhon Jasn menekankan bahwa keterbukaan ini akan mempersempit ruang bagi oknum yang menyalahgunakan wewenang. Rakyat kini diajak menjadi mata dan telinga bagi pembenahan institusi. Ini bukan sekadar retorika, tetapi pesan bahwa reformasi berjalan dari atas hingga ke bawah,” lanjutnya.
Di tengah munculnya isu kekerasan oknum dan dugaan keterlibatan anggota dalam jaringan narkoba, Kapolri menegaskan komitmennya untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu. Ia menyatakan bahwa pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah kewajiban institusi sebagai timbal balik atas hak publik untuk mengkritik.
JAN juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik, tetapi ikut mendukung dan mengawal komitmen perubahan yang telah dinyatakan. “Publik perlu mendukung dan mengawal langkah Kapolri agar reformasi ini konsisten dan tidak berhenti di tataran wacana. Dukungan kritis adalah bentuk cinta terhadap institusi negara,” tegas Romadhon Jasn.
Dengan semangat keterbukaan dan pengawasan bersama, Polri diharapkan terus berbenah menjadi institusi yang profesional, dekat dengan rakyat, dan kokoh menjaga stabilitas nasional. Sinergi antara kepolisian yang mau mendengar dan masyarakat yang aktif mengawal diyakini menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.





