Jakarta, 9 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan merupakan fondasi utama untuk mendorong lahirnya riset, inovasi, dan berbagai terobosan yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan. Hal tersebut disampaikan saat memberikan taklimat dalam pertemuan bersama 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026) .
“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan, dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” ujar Presiden Prabowo .
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyoroti capaian Indonesia pada Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih berada di bawah sejumlah negara. Meski demikian, hasil tersebut diminta untuk dijadikan bahan evaluasi sekaligus motivasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional .
Tantangan Geografis dan Strategi Pemerataan Pendidikan
Presiden menjelaskan bahwa tantangan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain karena luas wilayah serta besarnya jumlah sekolah yang harus dilayani. Dengan sekitar 388 ribu sekolah yang tersebar hingga kawasan pegunungan, pulau-pulau terluar, dan wilayah terpencil, pemerintah terus berupaya memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang berkualitas .
“Indonesia punya 388 ribu sekolah. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia. Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil,” imbuh Presiden .
Pembangunan Sekolah Unggulan dan Kerja Sama Global
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari perbaikan kondisi fisik sekolah hingga pembangunan sekolah-sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi. Sekolah tersebut akan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar lulusannya memiliki standar pendidikan internasional dan mampu bersaing melanjutkan studi di berbagai universitas terbaik dunia .
“Dia harus sama dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia,” jelas Presiden . Selain itu, pemerintah juga mengundang universitas-universitas terbaik dunia untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia melalui program bersama atau bentuk kemitraan lainnya .
Investasi Riset dan Komitmen Jangka Panjang
Presiden mengakui bahwa investasi Indonesia pada sektor research and development masih relatif rendah sehingga perlu terus ditingkatkan. “Ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” ujar Presiden .
Untuk mendukung peningkatan investasi tersebut, pemerintah akan terus memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan negara melalui penghematan dan pemberantasan berbagai praktik yang merugikan negara . Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga menandatangani nota kesepahaman dengan IIT Madras Global Research Foundation untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang penelitian, inovasi, dan pengembangan talenta .




