Jakarta, 28 Agustus 2026 – Polda Metro Jaya menegaskan bahwa aksi perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas yang terjadi di beberapa titik di Jakarta, Kamis (27/8/2026) kemarin, adalah murni ulah kelompok perusuh dan bukan bagian dari aksi penyampaian aspirasi massa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi puluhan orang yang diduga menjadi aktor utama dalam aksi anarkis tersebut. Mereka diduga sengaja menyusup di tengah aksi damai untuk menciptakan kekacauan dan merusak fasilitas publik.
“Kami pastikan bahwa aksi perusakan dan pembakaran tersebut dilakukan oleh kelompok perusuh. Bukan oleh elemen mahasiswa atau masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Kami akan menindak tegas para pelaku dan memprosesnya secara hukum,” ujar Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).
◀️ Kronologi Kerusuhan
Sebelum aksi perusakan terjadi, ribuan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan sejumlah elemen lainnya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi berlangsung relatif tertib hingga massa AMPB membubarkan diri setelah diterima audiensi oleh pimpinan DPR.
Namun, setelah massa utama pulang, muncul rombongan lain yang diduga merupakan perusuh. Mereka mulai melakukan aksi dorong-dorongan dengan petugas di sekitar flyover Jalan Gerbang Pemuda. Ketegangan mereda setelah barikade dibuka, namun pada sore hingga malam hari, aksi berubah menjadi perusakan dan pembakaran.
Beberapa titik yang menjadi sasaran antara lain pos polisi di bawah Flyover Slipi, Jakarta Barat. Massa membakar sejumlah fasilitas dan melempari aparat dengan batu.
👮♂️ Penegakan Hukum dan Imbauan
Polisi telah mengambil langkah tegas dengan melakukan pembubaran menggunakan water cannon. Polri juga berkomitmen untuk menangkap dan memproses hukum seluruh pelaku perusakan dan pembakaran. Beberapa rekaman CCTV dan bukti digital lainnya kini sedang dianalisis untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan konten provokatif yang dapat memperkeruh situasi. Kepada para pelaku, kami sarankan untuk segera menyerahkan diri sebelum tim kami menjemput,” pungkas Budi.






