Mas Tom Masih Bersahaja

Oleh Oumo Abdul Syukur

Mas Tom, demikian panggilan bersahabat Bang Sulastomo, Ketua Umum PB HMI Periode 1963-1966, Saat Kongres ke-7 HMI diselenggarakan  di Jakarta pada tanggal 14 September 1963, beliau berasal dari Fakultas Kedokteran UI dan mantan Ketua Hmum HMI cabang Jakarta.

Bicara sesepuh HMI yang satu ini memang tak ada habisnya, kuliah di Fakultas kedokteran UI, setelah wisudah menjadi pempinan harian umum Pelita, penulis, kolumnis media cetak yang cukup produktif diusianya yang sudah senja. Mas Tom, sosok  yang mampu mengkonversi ilmu kedokteran kedalam dunia jurnalistik. Kekritisannya pada dunia mahasiwa tak pernah pudar, terakhir saya membaca tulisan beliau tentang kongres HMI Riau dikolom Opini Kompas. Saat berdiskusi ringan dengan beliau, memang muncul keresahan atas perjalanan HMI dan dinamikanya. Kader mestinya jujur pada dirinya bahwa HMI sudah mudur beberapa langkah, lakukan efaluasi dan benahi mulai dari sekarang.

Kisah muda Sulastomo dipenuhi dengan ketenangan hati dan keteguhan prinsip, hal ini dibuktikan dengan kesuksesannya membawa HMI melalui prahara di rezim Orla. Beliau adalah saksi hidup atas profokasi PKI dan beberapa organisasi dibawahnya mendesak Soekarno untuk sesegera mungkin membubarkan HMI. Tokoh yang didalam jiwanya sudah terpahat rapi konsep-konsep ke-Indonesiaan dan ke-Islaman. Kecintaannya pada HMI selalu diwujudkan dalam tulisan kritis dimedia.

Itu Mas Tom, raganya boleh dikatakan menjelang magrib, tetapi  jiwa aktifisnya seperti matahari baru terbit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru