Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Bulog Bukan Monopoli, Negara Hadir Lindungi Pangan Rakyat

by Visioner Indonesia
Mei 3, 2025
in BUMN
Reading Time: 2min read
0
SHARES
93
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Bulog

Jakarta (Visioner) – Lembaga kajian Gagas Nusantara menanggapi pernyataan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) yang menyebut Perum Bulog memonopoli impor pangan. Direktur Eksekutif Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai tudingan tersebut tidak sejalan dengan prinsip kedaulatan pangan yang menjadi bagian dari kebijakan nasional Indonesia.

“Bulog bukan entitas dagang biasa, melainkan instrumen negara dalam menjamin keterjangkauan pangan rakyat. Ini bukan soal monopoli, tapi mandat untuk menjaga stabilitas,” ujar Romadhon dalam keterangan pers, Sabtu (3/5/2025).

Pernyataan tersebut merespons dokumen Special 301 Report 2025 yang dirilis USTR. Dalam laporan itu, AS mengkritik mekanisme pengadaan pangan strategis Indonesia, terutama dalam hal pembatasan akses swasta pada impor beras dan komoditas pangan lainnya.

Namun, menurut Romadhon, peran Bulog didasarkan pada regulasi yang jelas. Antara lain, Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, serta arahan teknis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Langkah Bulog dilandasi perintah regulatif, bukan kepentingan pasar,” katanya.

Bulog diketahui bertugas menjaga cadangan beras pemerintah, melakukan stabilisasi harga, serta menjamin distribusi pangan pada saat krisis. Peran ini tidak dijalankan oleh swasta karena menyangkut fungsi intervensi negara dalam pasar. “Ketiadaan intervensi bisa mengakibatkan gejolak harga yang merugikan petani maupun konsumen,” ujar Romadhon.

Gagas Nusantara juga mendukung langkah Bapanas dalam mengoordinasikan kebijakan pangan lintas kementerian dan lembaga. Bapanas, menurut Romadhon, perlu diperkuat sebagai otoritas yang mampu merumuskan strategi ketahanan pangan jangka panjang. “Ini bukan sekadar soal impor, tapi agenda kemandirian pangan nasional,” tegasnya.

Terkait tudingan AS, Gagas Nusantara meminta pemerintah tetap konsisten menjalankan kebijakan pangan yang berbasis keadilan dan kedaulatan. “AS berpijak pada prinsip perdagangan bebas, sementara kita berpijak pada hak rakyat atas pangan yang layak,” ujarnya.

Romadhon menilai, kritik internasional harus dijawab dengan transparansi kebijakan, bukan dengan mengurangi peran negara. Ia juga mengingatkan agar tata kelola pengadaan pangan tetap akuntabel dan bebas dari kepentingan sempit. “Penting untuk menjaga integritas Bulog sebagai badan publik,” katanya.

Ditegaskan, pembelaan atas peran negara dalam sektor pangan adalah bentuk tanggung jawab terhadap kepentingan rakyat. “Keadilan pangan tidak boleh tunduk pada tekanan eksternal,” tutup Romadhon.

Previous Post

Model Desa Energi Berbasis Rakyat, Gagas Nusantara Apresiasi Langkah PIEP di Bali

Next Post

Letjen Kunto Tetap Pangkogabwilhan: Sinyal Kuat Prabowo Jaga Otoritas TNI

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

TERPOPULER

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved