Jakarta, 22 Agustus 2026 – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN terus mendorong akselerasi transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Langkah konkret yang diambil adalah pemanggilan jajaran manajemen Telkom untuk membahas percepatan perampingan struktur grup, dengan target jumlah anak perusahaan menyusut drastis dari 68 menjadi hanya 18 entitas .
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, telah menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, untuk membahas perkembangan proses streamlining dan transformasi perusahaan pelat merah tersebut . Pertemuan ini menegaskan bahwa restrukturisasi besar-besaran adalah bagian dari peta jalan untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping dan efisien.
“Transformasi diarahkan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan Telkom berfokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai,” demikian mengutip pernyataan dari akun resmi BUMN.Id . Dalam model baru ini, aktivitas operasional akan dijalankan oleh entitas bisnis atau Operating Company (OpCo) yang lebih fokus sesuai bidangnya masing-masing.
Langkah Korporasi dan Target Perampingan
Sebagai informasi, Telkom saat ini mengelola 67 entitas yang terdiri dari 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas . Proses pemangkasan ini telah berjalan dengan penuntasan streamlining terhadap 10 entitas pada semester I 2026 melalui berbagai skema, termasuk divestasi, merger, dan likuidasi .
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, sebelumnya mengungkapkan bahwa mandat dari Danantara adalah untuk menyederhanakan portofolio bisnis yang dinilai tumpang tindih . Hingga Juni 2026, Telkom telah melepas dua anak usaha di bidang layanan kesehatan, AdMedika dan Telkomedika, melalui divestasi kepada Fullerton Health asal Singapura, serta menutup enam entitas lain yang dinilai tidak memberikan nilai tambah .
Target akhir dari transformasi ini adalah menyisakan 18 entitas, dengan proses yang ditargetkan selesai pada 2027 . Langkah ini diharapkan membuat struktur Telkom lebih ramping, meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio, memperkuat sinergi antar entitas, serta mengoptimalkan kontribusi Telkom dalam ekosistem Danantara dan perekonomian nasional.






