Maluku, Indonesia visionser-. Suksesi pemilukada putaran ke-2 tahun 2017 adalah formula terobosan oleh pemerintahan Jokowi-JK, cara ini menjadi solusi terhadap aspek pemborosan biaya penyelenggaraannya serta kecurangan yang akan timbul saat prosesi pilkada berlangsung.
Sebagai Partai Politik, Golkar Maluku teruji dengan formula tersebut. Sebut saja Mukti Keliobas di SBT. Selanjutnya, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Buru, Kota Tual maupun Kota Ambon yang akan melangsungkan pemilukada 2017. Secara politik, yang cenderung identik dengan kekuasaan, Golkar sangat-sangat mendambakan kadernya agar bisa menduduki atau memenangkan helatan-helatan bergengsi dalam ranah lokal masing-masing Kabupaten atau kota di Maluku.
Sebut saja kaders Partai Golkar yang secara kebetulan sebagai petahana, semisal; Richard Louhenapessy (Walikota) di Kota Ambon, Ramly Umasugi (Bupati) di Buru ataupun Muhammad Husni (Wakil Bupati) di Seram Bagian Barat. Serta Dharma Oratmangun (Anggota FPG DPRD Prov. Maluku) utuk Maluku Tenggara Barat, Arsy Divinubun di Kota Tual. Dan tak kalah menariknya untuk Kabupaten Maluku Tengah ada Abdul Azis Mahulette (ketua DPRD Kab. Maluku Tengah 2004-2014).
Kabupaten Maluku Tengah selama ini adalah merupakan lumbung perolehan suara kemenangan partai Golkar di Provinsi para Raja ini. Tentunya kantong kemenangan ini adalah bukti nyata hasil kerja dari pada kader-kader PG di Kabupaten dengan motto “Jangan Jemu Mendaki Kalau Mau Ke Puncak Cita”.
Salahsatu penggeraknya adalah Abdul Azis Mahulette yang selama ini telah mendarmabakhtikan kinerja politiknya minimal di Dapil yang 15 tahun telah mempercayakannya di DPRD Pamahanu Nusa. Realitas ini merupakan bukti empiris terhadap survivelnya PG di Maluku Tengah pada khususnya, umumnya di Maluku serta penguatan secara otomatis terhadap Partai di tingkat Nasional.
Maluku Tengah 2017 sangat membutuhkan kaders PG militan (Bung Abdul Azis Mahulette) yang dapat mengelola kekuasaan Eksekutif secara komrehensif demi kesejahteraan warga Pamahanu Nusa, mengingat 15 tahun pernah di DPRD (5 tahun sebagai Anggota tambah 10 tahun sebagai ketua DPRD), rasionalitas politik sangat mendukung pengalaman yang bersangkutan dalam berinteraksi atau ersentuhan dengan mitranya atau eksekutif dan yudikatif di tingkat kabupaten baik secara personal ataupun kelembagaan.
Hal inilah yang mendorong beliau secara sadar untuk berkontestasi melalui pemilukada 2017 dengan warga Malteng lainnya. Sangat menguntungkan bagi Partai Golkar yang memiliki kaders Militan seperti Abdul Azis Mahulette yang sungguh tidak asing bagi mata publik Maluku, khususnya Maluku Tengah, lebih utama di internal Partai Golkar. Abdul Azis Mahulette dikenal sebagai politisi santun yang beretika serta mengedepankan moralitas. Kepiawaian santun dalam politik telah menjadikannya politisi asam garam terkait pengelolaan pemerintahan di kabupaten ini. Selamat berjuang kader militan Partai Golkar. (MS. Vis)



