Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Setelah Mendapat Penjelasan Menkeu, Akhirnya DBH Migas PT Lapindo Brantas Inc. Menemui Titik Terang

by Aulia Rachman Siregar
Juni 14, 2016
in Daerah, Migas
Reading Time: 2min read
Setelah Mendapat Penjelasan Menkeu, Akhirnya DBH Migas PT Lapindo Brantas Inc. Menemui Titik Terang

PENGELOLA BLOK BRANTAS

0
SHARES
186
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INDONESIA VISIONER, Sidoarjo –  Selama 10 tahun ini, DPRD dan Pemkab Sidoarjo salah persepsi mengenai dana bagi hasil (DBH) migas dari eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. (LBI).

Dikira tak pernah mendapat DBH sebagai daerah penghasil (DP) dan hanya mendapat DBH hasil pemerataan (HP), ternyata DBH HP tersebut merupakan hasil penghitungan total, termasuk DBH DP.

Hal ini diketahui saat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Dinkoperindag), ESDM, dan UMKM, Sidoarjo bersama Komisi B DPRD Sidoarjo kunjungan kerja ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) minggu lalu.

Kabid ESDM Dikoperindag ESDM UMKM Sidoarjo, Agus Darsono, mengatakan selama ini, baik eksekutif maupun legislatif Sidoarjo, salah persepsi terkait DBH.

Terutama mengenai DBH DP yang selama ini digembar-gemborkan Sidoarjo tak mendapatkan apa-apa alias Rp 0,-.

“Setelah mendapat pemaparan langsung dari Menkeu, kami akhirnya mengerti. DBH yang selama ini diterima Sidoarjo itu sudah include keseluruhannya atau sudah totalan,” kata Agus.

Agus menuturkan seluruh penghitungan DBH HP yang diterima itu memiliki dasar hukum Perpres No 137. Untuk tahunnya, menyesuaikan karena penghitungan tersebut selalu berubah tiap tahunnya.

Kendati demikian, ada perbedaan angka cukup fantastis antara DBH HP yang dihitung Kemenkeu dengan yang dirilis Dinkoperindag saat hearing dengan Komisi B beberapa waktu lalu.

Pada laporan Kemenkeu 2015 misalnya, DBH HP untuk Sidoarjo mencapai Rp 26,9 miliar.

Namun, saat Dinkoperindag merilis DBH tersebut nilainya kurang Rp 3,9 miliar atau hanya Rp 23 miliar.

Saat dikonfirmasi, Agus berkilah selisih angka yang cukup fantastis ini karena waktu penghitungan saja.

Dijelaskan, pihaknya mendapat laporan tersebut dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sidoarjo. Penghitungannya menggunakan sistem triwulan yang dimulai dari Januari.

“Sementara laporan Kemenkeu yang mengacu pada Perpres 137 itu sistem penghitungannya sama, tapi mulainya pada Februari. Tentu akan ada selisih saat ditotal akhir tahun,” jelas Agus.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Khoirul Huda, menyatakan perlu adanya klarifikasi tersebut. Menurut politisi Partai Golkar ini, selisih Rp 3,9 miliar harus jelas perhitungannya.

Khoirul menuturkan masalah yang berkaitan dengan lumpur Lapindo sangat sensitif bagi warga Kota Delta. Karenanya, terkait DBH ini harus jelas dan transparan.

“Kalau perlu, libatkan BPK agar penghitungannya pas,” tandas Huda. (SKM-VIS)

Previous Post

Kontroversi, Rencana Pemkab Sidoarjo Untuk Mengubah Status PD Aneka Usaha Menjadi PT

Next Post

Gus Ipul Ajak Bonek Bersholawat

Related Posts

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026
Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026
Hingga Kini, ESDM Sudah Restui 580 Juta Ton RKAB Batu Bara 2026
Energi

Hingga Kini, ESDM Sudah Restui 580 Juta Ton RKAB Batu Bara 2026

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved