Jayapura, 6 Agustus 2026 – Lebih dari 100 siswa, balita, guru, hingga lansia di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (4/8/2026) . Insiden ini terjadi di tiga wilayah sekaligus: Depapre, Yokari, dan Ravenirara .
Para korban yang terdiri dari siswa PAUD, SD, dan SMP, serta seorang guru dan lansia, mengeluhkan gejala sakit perut parah, mual, muntah-muntah, diare, hingga demam beberapa jam setelah menyantap menu MBG . Seorang korban, Demianus Demetouw (14), menuturkan menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi, sayur sawi campur jagung, tempe bacem, telur dadar, dan potongan buah semangka .
RSUD Yowari sempat kewalahan menangani lonjakan pasien hingga mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit . TNI dari Batalyon Infanteri 751/VJS dikerahkan untuk menyiapkan puluhan tempat tidur darurat . Bupati Jayapura Yunus Wonda memastikan belum ada korban jiwa dan seluruh pasien mendapat penanganan medis .
Polisi Segel Dapur MBG, BGN: Masak Terlalu Cepat
Polres Jayapura langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di dapur MBG SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel di Jalan Waiya, Distrik Depapre, serta mengamankan enam sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Forensik Polda Papua . Polisi juga telah memeriksa 30 orang saksi .
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan, berdasarkan log dapur, makanan yang seharusnya disajikan pada siang hari ternyata telah dimasak sejak pukul 19.00–19.30 WIT malam sebelumnya, melanggar standar prosedur . “Jadi itu sudah melanggar. Termasuk yang di Semarang juga sama, mulai masak jam 9 malam,” ujarnya .
Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengungkapkan hasil laboratorium awal menemukan adanya bakteri E. coli pada sampel makanan . “Jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya, bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain,” katanya .
Evaluasi dan Tindak Tegas
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyoroti rentetan kasus keracunan yang terus terjadi dan mendesak pemerintah mengevaluasi program MBG secara menyeluruh . BGN berjanji akan bertindak tegas jika ditemukan unsur kesengajaan dan tidak akan menutupi fakta di lapangan .
Pemkab Jayapura masih memantau perkembangan dan belum menetapkan status tanggap darurat . Sementara itu, para korban yang sudah mulai membaik diminta tetap menjalani observasi hingga dinyatakan benar-benar pulih .
Jakarta, 6 Agustus 2026
Biro Pers dan Media






