Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gagas Nusantara Sarankan BUMN, KKP & NU Duduk Bersama Selesaikan Masalah Garam

by Visioner Indonesia
Maret 15, 2022
in Default
Reading Time: 3min read
Ketua Maritim Gagas Nusantara (Foto : Istimewa)

Jakarta, Ketua Maritim Gagas Nusantara, Akril Abdillah, menyoroti masih tingginya tingkat ketergantungan Indonesia terhadap impor garam yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Sementara diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki panjang garis pantai yang panjang dengan didukung tinggi dengan banyaknya kekayaan sumber daya alam.

“Kebijakan membuka ruang selebar-lebarnya untuk melakukan Import garam melalui regulasi Peraturan Pemerintah justru tidak berpihak kepada kedaulatan petambak garam Indonesia khususnya di Madura karena akan semakin mempermudah impor komoditas perikanan dan pergaraman hanya menguntungkan para pengimpor”, ujar Akril melalui keterangan persnya, Selasa, 15/02/22.

Lebih lanjut Ia menyatakan bahwa impor garam di Indonesia semakin terus mengalami kenaikan dan tidak bisa ditinggalkan karena pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman Sebagai Bahan Baku dan Bahan Penolong Industri

“Ketergantungan impor garam Indonesia semakin tidak terkendali semenjak diterbitkan PP”, ucapnya.

Kemudian, semenjak regulasi dan rekomendasi Impor garam dialihkan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKKO) ke Kementrian Perindustrian (Kemenperin) kuota Impor garam   kemudian dinaikkan menjadi 3.7 juta ton dari sebelumnya 2.37 juta ton.

“Sekarang diketahui bahwa struktur di PT. Garam tidak ada perwakilan KKP malah diisi oleh perwakilan Kemenperin sementara program KKP sangat berkaitan dengan garam, mestinya komposisi struktur dari PT. Garam dari direksi hingga komisaris mesti ada perwakilan dari KKP”, jelasnya.

Ia menyampaikan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Komisaris dan Direksi dari perwakilan Kementrian Perindustrian dan hasilnya PT. Garam terus melakukan impor  garam dari luar negeri sehingga kebijakan tersebut membuat petani garam teriak.

“Ini dapat menyebabkan terjadinya chaos karena masalah digaram sudah puluhan tahun, hingga saat ini tidak ada visioner untuk menyelesaikan masalah garam tersebut”, ujarnya. 

Alumni Universitas Jayabaya ini menyampaikan bawah petani garam di Madura mayoritas warga Nahdatul Ulama (NU) yang menggantungkan hidup dari produksi dan jual beli garam. “Mestinya selain KKP perwakilan NU  juga dimasukkan ke dalam struktur di PT. Garam karena petani garam di Indonesia khususnya di Madura banyak dari kalangan NU, dari sini Erik Tohir Sebagai Menteri dan Anggota Banser perlu dipertanyakan ke NU annya, apalagi sudah 3 bulan ini tidak ada direktur secara defenitif di PT. Garam”, jelasnya.

Akril  mengingatkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didirikan dan atas pemikiran dari Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk memakmurkan para nelayan dan petani garam di Indonesia bukan memberatkan.

“KKP ini adalah Kementerian yang didirikan Presiden Ke- 4 Indonesia atau Gus Dur. Jadi seharusnya memakmurkan masyarakat yang menggantungkan hidup dari dari laut, bukan malah memberatkan,” ujarnya.

Sehingga untuk menjawab permasalahan yang terjadi di PT. Garam, Gagas Nusantara menyarankan Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP) dan Nahdatul Ulama (NU) untuk duduk bersama membicarakan dan menyelaraskan shared vision agar formulasi manajemen di garam bisa berjalan dengan baik.

“Gagas Nusantara menyarankan agar BUMN, KKP dan NU untuk duduk bersama agar permasalah di garam dapat terselesaikan”, tutupnya. (Aru)

Previous Post

JAN Nilai Pernyataan Novel Bamukmin Soal Densus 88 Antiteror Sebuah Propaganda!

Next Post

Masih Cemarkan Debu Batubara, LSKP2M Nilai Sanksi Pemda DKI Tidak Tegas

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Siap Pimpin Demo, JAN Apresiasi Komitmen Perlindungan Buruh

Prabowo Perintahkan Jenderal TNI-Polri Turun ke Kalimantan, Karhutla Diberantas Serentak

Pemerintah Wajib Batasi BBM Orang Kaya, Tahun Depan Jadi Prioritas

Kresek Bawa Ratusan Juta! KPK Ungkap Praktik Mahar Rektor Unsoed

“Prabowo: Swasta Boleh Kelola Aset BUMN, Tapi Siapa yang Awasi?”

Ubah Sampah Jadi Rupiah, Program PLN EPI Raup Cuan Hingga Rp1,5 Juta Per Bulan

TERPOPULER

Kapolri Siap Pimpin Demo, JAN Apresiasi Komitmen Perlindungan Buruh

Prabowo Perintahkan Jenderal TNI-Polri Turun ke Kalimantan, Karhutla Diberantas Serentak

Pemerintah Wajib Batasi BBM Orang Kaya, Tahun Depan Jadi Prioritas

Kresek Bawa Ratusan Juta! KPK Ungkap Praktik Mahar Rektor Unsoed

“Prabowo: Swasta Boleh Kelola Aset BUMN, Tapi Siapa yang Awasi?”

Ubah Sampah Jadi Rupiah, Program PLN EPI Raup Cuan Hingga Rp1,5 Juta Per Bulan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved