Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

JALAK Minta KPK Tersangkakan Pejabat Poltracking Indonesia Terkait Suap Pembiayaan Poling Survey di Kabupaten Kapuas

by Visioner Indonesia
September 27, 2023
in Default
Reading Time: 2min read

Jakarta – Jaringan Lawan Koruptor (JALAK) menggelar aksi demonstrasi di gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta. Para demonstran menyuarakan dugaan tindak pidana korupsi di Kab. Kapuas Kalimantan Tengah yang belum tuntas.

Salah satu yang menjadi tuntutan para demonstran adanya dugaan keterlibatan lembaga survey Poltracking Indonesia yang ikut kejibratan uang korupsi pembiayaan polling survey untuk kepala daerah dan legislatif.

Willyansyah selaku penanggung jawab aksi mengutarakan kekecewaannya terhadap KPK yang belum memberikan status tersangka kepada Erma Yusriani Dir. Keuangan PT. Poltracking Indonesia dan Anggraini Ayuningtyas Manager Keuangan PT. Poltracking Indonesia.

“Bagaimana mungkin KPK tidak berani memberikan status tersangka kepada Erma dan Anggraini. Kalau KPK kerjanya lambat, bagaimana masyarakat bisa percaya,” tutur Willy, Rabu (27/9/23).

Meski sempat kecewa terhadap kinerja KPK, Willyansyah beserta anggota JALAK lainnya tetap meyakini bahwa akan ada tersangka baru dalam korupsi di Kab. Kapuas.

“Saya yakin, tidak menunggu lama akan ada tersangka baru yang akan diumumkan oleh KPK. Apalagi kalau masyarakat terus mengawal kasus ini, pastinya KPK akan lebih semangat karena mendapat support moral dari bawah,” tambahnya.

Selain meminta kedua pejabat Poltracking Indonesia ditetapkan menjadi tersangka, JALAK juga meminta pemerintah mencopot ijin usaha Poltracking Indonesia yang dianggap sering mempublish data-data hoax.

“Kominfo dan Menkumham harus mecopot ijin usaha Poltracking Indonesia dan membekukan laman medianya. Kami curiga bahwa ada banyak data-data yang disajikan oleh Poltracking Indonesia yang tidak sesua dengan fakta lapangan sehingga menyebabkan gaduh dan perselisihan,” terang Willy

Willy menegaskan, jika dalam waktu satu minggu ini KPK belum memberikan status tersangka kepada Erma dan Anggraini, dirinya dan anggotanya akan kembali menggelar unjuk rasa.

“Kita tunggu masa kerja KPK ini selama tujuh hari kedepan, kalau dalam seminggu ini kedua petinggi Poltracking Indonesia tersebut belum dijadikan tersangka. Iya kita balik lagi kesini, sampai ada keputusan jelas dari KPK,” tegasnya.

Previous Post

Ratusan Aktivis Desak Mendagri Copot PJ Bupati Musi Banyuasin Apriyadi 

Next Post

Kejagung Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana Pokir Ketua DPRD yang Juga Ketua DPD Nasdem Pagar Alam Jenni Shandiyah

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Temui Purbaya, Bos BGN Lapor Pengurangan SPPG & Penerima MBG

KRL Greenline Kembali Normal Usai Tertahan Kerumunan Massa

Budiman Sudjatmiko: Uang Koruptor Bisa Jadi Modal Entaskan Kemiskinan Lewat RUU Perampasan Aset

Soal Perusakan dan Pembakaran Fasilitas di Jakarta, Polisi: Ulah Kelompok Perusuh!

Polri Tangkap Yuwanky, Pemilik Klub Malam Planet Batam DPO Kasus Narkoba

Nasaruddin Umar Fokus Jadi Menag, Tak Maju Calon Ketum PBNU

TERPOPULER

Temui Purbaya, Bos BGN Lapor Pengurangan SPPG & Penerima MBG

KRL Greenline Kembali Normal Usai Tertahan Kerumunan Massa

Budiman Sudjatmiko: Uang Koruptor Bisa Jadi Modal Entaskan Kemiskinan Lewat RUU Perampasan Aset

Soal Perusakan dan Pembakaran Fasilitas di Jakarta, Polisi: Ulah Kelompok Perusuh!

Polri Tangkap Yuwanky, Pemilik Klub Malam Planet Batam DPO Kasus Narkoba

Nasaruddin Umar Fokus Jadi Menag, Tak Maju Calon Ketum PBNU

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved