
Jakarta, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga mahasiswa Sulawesi Tenggara Jakarta (Kamasta) mengelar aksi Demostrasi di Gedung Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis, 7 Maret 2024. mereka membawa tuntutan agar Menteri Tito Karnavian untuk mencopot Pj Bupati Bombana Edy Suharmanto karena diduga tidak serius menangani stunting di Bombana.
“Dalam waktu kurun tiga bulan ini Pj Bupati Bombana Edy Suharmanto tidak mampu penurunan angka stunting di Bombana, ini kemudian menjadi pertayaan dia bisa bekerja atau tidak ?”, ucap Akril saat demo di Kemendagri, Kamis, 7/3/24.
Akril mengatakan dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting Sulawesi Tenggara mencapai 22,7% . Sulawesi Tenggara menempati peringkat ke-9 tertinggi secara nasional sementara kabupaten Bombana masih menempati peringkat ke dua dengan prevalensi 35,3 %.
“Angka prevalensi stunting di Bombana masih memprihatinkan, keseriusan dari Edy Suharmanto untuk bangun Bombana perlu dipertanyakan. Kalau tidak bisa kerja mending mundur, itu akan lebih terhormat”, ujarnya.
Menurut Akril program pengentasan Stunting yang dilakukan oleh Pj Bupati Bombana hanya rangkaian kata-kata manis yang tujuannya untuk mengelabui masyarakat.
“Kami menilai Pj Bupati Bombana ini sangat gagal menurunkan Stunting di Bombana, sehingga wajib menteri Tito untuk mencopot Edy Suharmanto.”, tutupnya

