Jakarta, 18 Oktober 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027. Pemerintah menargetkan sektor ini terus tumbuh dua digit dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ekonomi digital kita terus tumbuh pesat. Ini adalah salah satu sektor yang paling menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2027,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Nilai Ekonomi Digital Terus Meningkat
Airlangga memaparkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Sektor e-commerce, layanan keuangan digital, dan ekonomi kreatif berbasis platform menjadi kontributor terbesar.
“Kita melihat tren yang positif. Masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital. Ini harus kita manfaatkan dengan baik, termasuk untuk mendorong UMKM naik kelas,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Airlangga, telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Mulai dari penguatan infrastruktur konektivitas, pengembangan talenta digital, hingga penyiapan regulasi yang kondusif.
Tiga Pilar Utama
Airlangga menjelaskan tiga pilar utama yang akan menjadi fondasi pengembangan ekonomi digital pada 2027. Pertama, percepatan transformasi digital di sektor riil, termasuk pertanian, industri, dan pariwisata. Kedua, penguatan ekosistem keuangan digital yang inklusif. Ketiga, pengembangan talenta digital yang kompeten dan berdaya saing.
“Kita tidak ingin hanya menjadi pengguna. Kita harus bisa menjadi produsen teknologi digital. Untuk itu, talenta digital menjadi kunci,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan dalam mencetak talenta digital. Program pelatihan, sertifikasi, dan beasiswa di bidang teknologi informasi terus digenjot.
UMKM sebagai Prioritas
Airlangga menekankan bahwa UMKM harus menjadi prioritas dalam pengembangan ekonomi digital. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional yang harus didorong untuk masuk ke ekosistem digital.
“Kalau UMKM kita digitalisasi, pasar mereka akan jauh lebih luas. Mereka bisa menjangkau konsumen di luar daerah, bahkan luar negeri,” tegasnya.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk mendorong UMKM go digital, termasuk pelatihan pemasaran online, akses pembiayaan, dan kemitraan dengan platform e-commerce.
Tantangan yang Harus Diatasi
Meski optimistis, Airlangga mengakui masih ada tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat.
“Kita terus memperluas akses internet ke pelosok negeri. Tapi yang tidak kalah penting adalah literasi digital. Masyarakat harus paham bagaimana menggunakan teknologi secara aman dan produktif,” ujarnya.
Selain itu, Airlangga juga menyoroti pentingnya keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap platform digital harus dijaga agar ekonomi digital dapat tumbuh berkelanjutan.
Optimisme untuk 2027
Airlangga optimistis bahwa ekonomi digital akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi pada 2027. Ia menargetkan kontribusi sektor ini terhadap PDB terus meningkat, seiring dengan percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
“Kita punya modal besar: pasar yang luas, penduduk muda yang melek teknologi, dan dukungan pemerintah. Kalau kita serius, ekonomi digital bisa menjadi mesin pertumbuhan baru,” pungkasnya.


















