Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu

by Visioner Indonesia
Agustus 21, 2026
in HUKUM, Politik
Reading Time: 1min read
DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Pengungkapan sindikat produksi dan peredaran meterai palsu oleh Polda Metro Jaya bersama Ditjen Pajak mendapat sorotan tajam dari DPR. Komisi III mendesak aparat tidak berhenti pada penangkapan 16 tersangka, tetapi membongkar aktor intelektual dan aliran dana kejahatan yang berpotensi merugikan negara hingga Rp1,03 triliun .

Anggota Komisi III DPR Abdullah menilai sindikat ini merupakan kejahatan terorganisasi yang terus berulang. “Aktor intelektual atau pemodalnya harus diungkap. Tindakan tegas harus dilakukan sampai ke tingkat elit atau kepalanya,” ujarnya, Kamis (20/8) . Ia mendesak polisi menelusuri aliran uang hasil penjualan meterai palsu yang mencapai Rp40,07 miliar dan menyelidiki potensi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) .

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni menyebut dampak meterai palsu tidak hanya soal kerugian negara, tetapi juga kepercayaan publik. “Bisa mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap keabsahan dokumen dan transaksi resmi yang dikenai bea meterai,” tegasnya . Ia meminta polisi “menyikat habis” jaringan mulai dari produksi, pemasok, hingga pihak yang menikmati keuntungan .

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap sindikat yang beroperasi di lima provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara) dengan dua modus: memproduksi meterai palsu dan merekondisi meterai bekas . Dalam operasi 24 Juni-2 Juli 2026, polisi menyita 3,4 juta keping meterai palsu, tiga gulungan bahan baku yang mampu mencetak hingga 33 juta keping, satu mesin cetak, dan mengamankan 16 tersangka dengan peran terstruktur .

DPR juga mengusulkan penguatan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa membedakan meterai asli dan palsu melalui kertas, hologram, dan mikroteksnya .

Previous Post

MA: Jaksa Tak Bisa Banding atau Kasasi Putusan Bebas, Ini Alasannya

Next Post

RAPBN 2027: Anggaran Kejaksaan Agung Naik 6%

Related Posts

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”
HUKUM

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Agustus 21, 2026
Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain
HUKUM

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

Agustus 21, 2026
RAPBN 2027: Anggaran Kejaksaan Agung Naik 6%
Politik

RAPBN 2027: Anggaran Kejaksaan Agung Naik 6%

Agustus 21, 2026
MA: Jaksa Tak Bisa Banding atau Kasasi Putusan Bebas, Ini Alasannya
HUKUM

MA: Jaksa Tak Bisa Banding atau Kasasi Putusan Bebas, Ini Alasannya

Agustus 21, 2026
Eks Dirut PGN Divonis 4 Tahun Bui terkait Korupsi Jual Beli Gas
HUKUM

Eks Dirut PGN Divonis 4 Tahun Bui terkait Korupsi Jual Beli Gas

Agustus 20, 2026
Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT
Daerah

Enam Kepala Dinas di Bogor Tak Bisa Dihubungi, KPK Diduga Gelar OTT

Agustus 20, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved