Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

RAPBN 2027: Anggaran Kejaksaan Agung Naik 6%

by Visioner Indonesia
Agustus 21, 2026
in Politik
Reading Time: 2min read
RAPBN 2027: Anggaran Kejaksaan Agung Naik 6%

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp21,5 triliun untuk Kejaksaan Agung dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Angka ini tercantum dalam Buku II Nota Keuangan dan menandai kenaikan sebesar 6,17% dibandingkan pagu APBN 2026 yang sebesar Rp20,25 triliun .

Kenaikan ini terutama ditopang oleh melonjaknya anggaran untuk program dukungan manajemen. Pemerintah mengalokasikan Rp13,35 triliun untuk program ini pada RAPBN 2027, melonjak 15,19% dari Rp11,59 triliun pada tahun sebelumnya .

Sementara itu, anggaran untuk program penegakan dan pelayanan hukum justru mengalami penurunan. Alokasi untuk program inti ini dipangkas dari Rp8,65 triliun menjadi Rp8,15 triliun pada RAPBN 2027, atau turun 5,78% .

Realita di Balik Angka: Kesenjangan Anggaran yang Lebih Besar

Meskipun secara nominal mengalami kenaikan, pagu Rp21,5 triliun ini masih jauh dari kebutuhan ideal yang diusulkan Kejaksaan. Sebelumnya, dalam rapat dengan Komisi III DPR pada Juni lalu, Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto memaparkan bahwa kebutuhan ideal Kejaksaan pada 2027 mencapai Rp43,65 triliun . Pagu indikatif yang diberikan pemerintah saat itu hanya sebesar Rp15,5 triliun, yang dinilai belum memenuhi kebutuhan ideal .

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya juga menyoroti bahwa pagu anggaran yang ada berpotensi menghambat penegakan hukum, di mana anggaran sidang untuk perkara pidana khusus dikhawatirkan hanya cukup untuk menangani satu perkara .

DPR Dorong Penggunaan Hasil Pemulihan Aset

Menanggapi kesenjangan ini, Komisi III DPR RI mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pemanfaatan hasil pemulihan aset yang berhasil dihimpun Kejaksaan. Ketua Komisi III Habiburokhman mencatat bahwa sejak Oktober 2025 hingga Juni 2026, Kejaksaan telah memulihkan aset negara mencapai sekitar Rp31,3 triliun .

Angka ini bahkan melebihi usulan tambahan anggaran yang diajukan Kejaksaan. Oleh karena itu, DPR mendorong agar sebagian dari dana tersebut, yang masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dapat dialokasikan kembali untuk mendukung operasional dan peningkatan kinerja institusi .

Previous Post

DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu

Next Post

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

Related Posts

DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu
HUKUM

DPR Minta Polisi Cari Dalang Sindikat Materai Palsu

Agustus 21, 2026
DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan
Politik

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Agustus 19, 2026
Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!
Politik

Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

Agustus 19, 2026
Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes
Ekonomi

Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes

Agustus 15, 2026
Presiden Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP Mau Kritik dan Awasi Kinerja Pemerintah
Politik

Presiden Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP Mau Kritik dan Awasi Kinerja Pemerintah

Agustus 15, 2026
Pemerintah Waspadai Gerakan Provokasi Jelang 17 Agustus, Aparat Siapkan Langkah Antisipasi
HUKUM

Pemerintah Waspadai Gerakan Provokasi Jelang 17 Agustus, Aparat Siapkan Langkah Antisipasi

Agustus 15, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved