Tasikmalaya, 30 Juli 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan deretan bendera Merah Putih tampak terpasang setengah tiang di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI . Rekaman tersebut memicu spekulasi setelah disertai narasi yang mengaitkan posisi bendera dengan kritik terhadap kondisi bangsa dan isu korupsi .
Dalam video yang beredar, perekam menyampaikan sindiran tajam: “Menyambut Agustusan kemerdekaan, di sini ada yang unik, bendera setengah tiang. Sangat menyedihkan, mungkin ya. Itu bendera setengah tiangnya menyambut kemerdekaan yang sangat menyedihkan. Para koruptor, lihat rakyatmu ini. Jangan mentingin perut gendutmu” .
Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua Panitia HUT RI Desa Sukamenak sekaligus Ketua RT setempat, Tadjid Mutaqin, membantah adanya unsur kesengajaan. Ia menjelaskan bahwa saat video direkam, proses pemasangan dekorasi kampung untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan masih berlangsung .
“Bendera baru terpasang di tengah tiang karena proses mempercantik kampung belum selesai,” ujar Tadjid . Menurutnya, tiang-tiang yang telah dipasang nantinya akan dilengkapi lampu penerangan dan berbagai ornamen hias. Selama proses pengerjaan, bendera dipasang sementara di bagian tengah tiang agar memudahkan penyelesaian dekorasi .
Tadjid menyayangkan video tersebut disebarkan dengan narasi negatif tanpa terlebih dahulu mengonfirmasi kondisi sebenarnya kepada warga . Ia menegaskan tidak ada unsur atau maksud tertentu di balik pemasangan bendera yang terlihat setengah tiang tersebut .
Setelah video viral, warga bersama aparat desa segera bergotong royong menyelesaikan pemasangan dan menaikkan seluruh bendera ke posisi paling atas sesuai ketentuan yang berlaku . Langkah itu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat .
Kapolsek Sukarame, Iptu Indra Firmansyah, yang turut melakukan pengecekan ke lokasi memastikan tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran dalam pemasangan bendera tersebut . Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi yang terekam dalam video merupakan bagian dari proses penataan dekorasi, bukan tindakan yang disengaja .
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu . Menurut kepolisian, klarifikasi terhadap informasi yang berkaitan dengan simbol negara sangat penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman dan berbagai penafsiran yang dapat memicu keresahan di masyarakat






