Jakarta, IndonesiaVisioner-. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tetap mempertahankan harga BBM, sebab harga minyak dunia sedang mengalami penurun beberapa bulan terakhir. Yang menikmati dampak penurunan harga BBM adalah rakyat dengan ekonomi menegah ke bawah. Sebab, bisa berdampak pada menurunnya harga sembako dan harga kebutuhan lain di pasar.
Sehingga rencana pemerintah untuk memberlakukan cukai bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) adalah langkah mundur dan tidak berorientasi pada hajat hidup orang banyak.
Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Pemantau BUMN, Romadhon Jasn di Cikini, jakarta (29/03/2016)
Alasan pemerintah menarik cuka untuk menekan prilaku konsumtif, padahal mereka tidak pernah kaji soal dampak penurunan harga BBM bagi rakyat.
“Pertanyaannya bila 1-2 bulan ke depan harga minyak dunia kembali melonjak, apakah cuka masih berlaku?, kalau tidak diberlakukan lagi, apa mereka jamin harga-harga di pasar tetap stabil kalau harga BBM naik lagi? Tanya Romadhon
Kemarin sudah ada pengenaan cukai untuk plastik kemasan air minum, sekarang pemerintah sedang berencana memberlakukan cuka bagi bembeli bahan bakar minyak (BBM). Padahal turunya harga BBM ini bisa berdampak pada produktifitas masyarakat yang usahanya masih menengah ke bawah.
” ini sebenarnya pemerintah mengalami disorientasi, BBM turun bukannya memudahkan masyarakat, malah dibebani lagi dengan cuka yang tidak jelas alasannya” Kesal Romadhon (MR. Vis)






