Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

subsidi solar berkurang, 3 bulan masih bertahan

by Aulia Rachman Siregar
Juni 20, 2016
in Migas
Reading Time: 2min read
subsidi solar berkurang, 3 bulan masih bertahan
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id Jakarta- PT Pertamina (Persero) memperkirakan harga solar hanya bisa bertahan hingga September. Hal itu setelah Badan Anggaran/Banggar memutuskan pengurangan Subsidu solar Rp 500 per liter dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan/APBN-P 2016.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, saat harga solar turun Rp 500 per liter dari Rp 5.650 menjadi Rp 5.150 per liter pada April lalu‎ rata-rata harga patokan atau Mean Of Plats Singapore US$ 39,86  per barel. Namun saat ini MOPS mengalami kenaikan US$ 55 per barel.

“Saat ini MOPS Solar sudah di atas US$ 55 per barel, jadi sudah naik cukup besar,” kata Bambang, di Jakarta, Minggu (19/6/2016).

‎Bambang mengungkapkan, jika MOPS tersebut tidak mengalami perubahan maka hingga Juli, harga solar dengan subsidi awal Rp 1.000 per liter seharusnya naik Rp 100 per liter. Sedangkan jika sudah dikurangi Rp 500 per liter maka kenaikan menjadi Rp 600 per liter.

‎”Andaikan subsidi tetap Rp 1.000 saja, bulan Juli sudah minus sekitar Rp 100 per liter. Kalau subsidi tinggal Rp 500 per liter, itu berarti minus Rp 600 per liter,” ujar Bambang.

Bambang menuturkan, untuk menghindari kenaikan harga, maka jarak harga antara harga keekonomian dengan harga jual solar ke masyarakat sebesar Rp 600 tersebut akan ditutupi  kelebihan pendapatan solar beberapa waktu lalu, yang berasal dari penjualan solar lebih tinggi dari harga pasar.

Namun, uang kelebihan pendapatan tersebut hanya bisa cukup sampai September, jika MOPS  patokan harga solar tetap US$ 55 per barel.

‎”Minus ini ditutup kelebihan pendapatan solar di bulan-bulan sebelumnya. Kalau MOPS tidak turun, maka menutup selisih harga ini tanpa ada kenaikan harga solar hanya bisa sampai September,” tutur Bambang.

Bambang pun berharap, dua faktor pembentu harga solar yaitu MOPS dan kurs dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengalami kenaikan, agar tidak ada kenaikan harga.

‎”Subsidi Rp 500 per liter hanya bertahan sampai akhir September kecuali ada penurunan MOPS solar dan penguatan kurs rupiah terhadap dolar,” tutur dia.

Banggar DPR RI dan pemerintah sepakat memangkas besaran subsidi tetap BBM jenis Solar dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per liter dalam Rapat Panja Pusat dan Daerah.

Akibat usulan pemotongan subsidi dari Rp 650 menjadi Rp 500 per liter dan asumsi harga minyak mentah Indonesia US$ 40 per barel, maka total belanja subsidi BBM disetujui Rp 43,68 triliun atau membengkak dibanding RAPBN-P 2016 sebesar Rp 40,63 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan, pemerintah dalam RAPBN-P 2016 menyodorkan usulan pemangkasa subsidi tetap solar dari Rp 1.000 menjadi Rp 350 per liter.

Itu artinya pemotongannya sebesar Rp 650 per liter dengan alasan dapat meningkatkan penerimaan negara. Sehingga anggaran untuk jenis BBM tertentu di RAPBN-P 2016 sebesar Rp 12,43 triliun.

“Tapi karena disepakatinya penurunan subsidi dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per liter mulai 1 Juli, maka anggarannya bertambah jadi Rp 13,91 triliun untuk BBM jenis tertentu. Khusus untuk Solar anggaran subsidinya naik dari Rp 10,43 triliun menjadi Rp 11,60 triliun,” tutur Suahasil.

 

Previous Post

PPATK sudah melacak aliran dana Rp30 miliar Teman Ahok

Next Post

Perda perlu dihapus jika dapat menghambat investasi

Related Posts

Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz
Ekonomi

Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz

April 19, 2026
PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Jumali: Semangat Mahasiswa Harus Menjadi Pengingat bagi Negara

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

TERPOPULER

Jumali: Semangat Mahasiswa Harus Menjadi Pengingat bagi Negara

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved