Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Perizinan yang ribet, pengeboran minyak baru lamban

by Aulia Rachman Siregar
Juni 24, 2016
in Migas
Reading Time: 1min read
Perizinan yang ribet, pengeboran minyak baru lamban
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id Jakarta– Cadangan minyak dan gas nasional tercatat semakin menipis yang disebabkan oleh minimnya pencarian sumber-sumber minyak dan gas baru. Perizinan yang berbelit menjadi biang keladi minimnya pencarian sumber migas baru tersebut.

“Cadangan migas semakin menipis karena pengeboran sedikit dan minim eksplorasi atau pencarian sumber-sumber migas baru. KKKS yang akan mengebor mungkin finansialnya kurang kuat, sementara yang permodalannya kuat malah terkendala perizinan,” ujar Haposan Napitupulu Tenaga Ahli Menko Maritim bidang Energi dalam diskusi, Kamis (23/6).

Benar saja, menurut catatan Haposan, ada banyak perizinan yang harus ditempuh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk melakukan kegiatan eksplorasi atau pencarian sumber migas baru sampai tahap pengeboran.

“Butuh 600 ribu lembar dokumen dan butuh 873 paraf dan tanda tangan dari pejabat yang berwenang dari lembaga-lembaga penerbit izin,” kata dia.

Haposan mengatakan, saat ini memang Pemerintah pusat sudah mulai melakukan pemangkasan aturan dan perizinan. Sayangnya hal tersebut belum diikuti oleh pemangkasan perizinan di tingkat daerah.

Berbagai perizinan seperti izin melintas jalan, izin memasukkan barang ke lokasi proyek dan berbagai perizinan di tingkat daerah lainnya masih banyak bertebaran.

“Saya pernah mendampingi KKKS untuk melakukan eksplorasi (pencarian) di Aceh. Nah Pemdanya itu minta ada klausul yang menyebutkan kesepakatan ini harus bisa diubah kapan pun. Dia bilang, saya harus bisa ubah kesepakatan ini kapan saja. Ini kan repot,” tutur dia.

Kondisi-kondisi ini lah yang menyebabkan Indonesia kian sulit menemukan cadangan baru. (Vis/Jo)

Tags: pengeboran ribetperizinan berbelit
Previous Post

Dimyati: Penetapan tarif Jangan bebani masyarakat

Next Post

Susi : konsumsi ikan dapat menggantikan konsumsi daging sap

Related Posts

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026
Hingga Kini, ESDM Sudah Restui 580 Juta Ton RKAB Batu Bara 2026
Energi

Hingga Kini, ESDM Sudah Restui 580 Juta Ton RKAB Batu Bara 2026

April 6, 2026
Warning OPEC+: Aset Energi yang Rusak Bakal Berdampak Panjang
Luar Negeri

Warning OPEC+: Aset Energi yang Rusak Bakal Berdampak Panjang

April 6, 2026
Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz
Luar Negeri

Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz

April 6, 2026
Bahlil Buka Opsi Kerja Sama EBT hingga Impor Minyak dari Brunei
Migas

Bahlil Buka Opsi Kerja Sama EBT hingga Impor Minyak dari Brunei

Maret 16, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved