Indonesia Visioner
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Jenderal Budi Waseso : Indonesia kini masih dalam kondisi darurat narkotika

by Visioner Indonesia
Juni 26, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Jenderal Budi Waseso : Indonesia kini masih dalam kondisi darurat narkotika

Visioner.id Jakarta– Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan Indonesia kini masih dalam kondisi darurat narkotik. Dia melihat dari berbagai faktor, salah satunya adalah tingginya angka pengguna narkotik.

“Jumlah pengguna sudah melebihi empat juta orang,” ujar Budi Waseso saat membuka Hari Anti-Narkotika Internasional di Jakarta, Minggu (26 6).

Faktor lainnya, Budi Waseso melanjutkan, adalah masih banyaknya narkotik jenis baru yang belum terdeteksi di Indonesia. Ia memaparkan ada 44 jenis narkotik baru di Indonesia, dengan rincian 18 jenis telah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan, sementara sisanya masih ditelusuri secara aktif.

Banyaknya pengguna dan jumlah narkotik jenis baru itu, menurut Budi Waseso, diperparah dengan persentase prevalensi narkotik di Indonesia yang juga masih tinggi. “Menurut survei tahun 2015, angka prevalensi 2,20 persen dari 4 juta lebih orang yang mencoba pakai, teratur pakai, dan pecandu,” katanya.

Meski kondisi Indonesia masih dalam darurat narkoba, Budi Waseso mengaku optimistis bisa mengatasi hal itu. Beberapa langkah pun telah dilakukan, dari langkah pencegahan hingga penindakan.

Beberapa langkah itu meliputi tes urine secara rutin di lingkungan kerja, sosialisasi, dan rehabilitasi. Dari langkah rehabilitasi, misalnya, Budi Waseso mengklaim BNN berhasil mendorong rehabilitasi 42.429 pecandu, penyalah guna, dan korban narkotik dari 2015 hingga 2016.

“Telah terungkap juga 1.015 kasus dari 72 jaringan sindikat narkotik dengan jumlah tersangka 1.681,” tutur Budi Waseso. Dari seribu kasus dan tersangka itu, berhasil diungkap kejahatan tindak pidana pencucian uang dengan nilai aset yang berhasil dirampas Rp 142 juta.

“Masih banyak hal yang butuh perbaikan, dari menyamakan persepsi pencegahan, ketidaktanggapan akan bahaya narkotik, dan kurangnya pengamanan di daerah merah,” ucap Budi Waseso.

Indonesia sudah dinyatakan darurat narkotik sejak 2014, dengan perkiraan jumlah pengguna mencapai 4 juta. Hal ini mendorong serangkaian kebijakan yang menempatkan narkotik sebagai kejahatan luar biasa, dari eksekusi mati sampai tidak memasukkan uang hasil kejahatan narkotik dalam Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty. (vis/Jo)

Tags: daarurat narkoba indonesia
Previous Post

Pelarangan Rini masuk gedung DPR RI harus dicabut

Next Post

Kontektor Minyak dan Gas bumi diminta membangun kantor pendukung di Natuna

Related Posts

Ironi RI Kaya Kelapa Tapi Impor Puluhan Ribu Ton Santan dari Singapura
Ekonomi

Ironi RI Kaya Kelapa Tapi Impor Puluhan Ribu Ton Santan dari Singapura

September 1, 2026
Kampung Nelayan hingga Swasembada Garam, KKP Perketat Pengawasan 6 Program Utama
Nasional

Kampung Nelayan hingga Swasembada Garam, KKP Perketat Pengawasan 6 Program Utama

September 1, 2026
“Prabowo Tutup 290 BUMN, Klaim Hemat Dana hingga Rp50 Triliun”
BUMN

“Prabowo Tutup 290 BUMN, Klaim Hemat Dana hingga Rp50 Triliun”

September 1, 2026
Gus Kikin Ungkap Banyak Kecocokan dengan Prabowo, “Saya Juga Banyak Unsur 8”
Nasional

Gus Kikin Ungkap Banyak Kecocokan dengan Prabowo, “Saya Juga Banyak Unsur 8”

Agustus 31, 2026
Miftachul-Gus Kikin ‘Paket Istana’, Muzani: Kami Tidak Pernah Cawe-cawe!
Nasional

Miftachul-Gus Kikin ‘Paket Istana’, Muzani: Kami Tidak Pernah Cawe-cawe!

Agustus 31, 2026
Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya, Tapi Mengapa Diam?
Nasional

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya, Tapi Mengapa Diam?

Agustus 31, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Ironi RI Kaya Kelapa Tapi Impor Puluhan Ribu Ton Santan dari Singapura

Destry Damayanti Resmi Gubernur BI, Perry Warjiyo Beri Pesan: Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak

Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke TNI Tertinggi, DPR Terendah

Irjen Agus Suryonugroho Purnabakti: Seragam Polantas Adalah Janji kepada Masyarakat

Muhadjir Effendy Akui Teken Surat Pengalihan Kuota Haji di Sidang Korupsi

Ario Soejono, Putra Tulungagung yang Jadi Menteri Pertama di Pemerintahan Belanda

TERPOPULER

Ironi RI Kaya Kelapa Tapi Impor Puluhan Ribu Ton Santan dari Singapura

Destry Damayanti Resmi Gubernur BI, Perry Warjiyo Beri Pesan: Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak

Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke TNI Tertinggi, DPR Terendah

Irjen Agus Suryonugroho Purnabakti: Seragam Polantas Adalah Janji kepada Masyarakat

Muhadjir Effendy Akui Teken Surat Pengalihan Kuota Haji di Sidang Korupsi

Ario Soejono, Putra Tulungagung yang Jadi Menteri Pertama di Pemerintahan Belanda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE

Indonesia Visioner - All Rights Reserved