Jakarta, 5 Agustus 2026 – Sepanjang Juli hingga awal Agustus 2026, ruang publik di Indonesia diramaikan oleh berbagai isu yang memicu keresahan. Mulai dari kabar demonstrasi besar-besaran, fenomena pagar tinggi di pusat perbelanjaan, hingga narasi soal alutsista di Monas. Pemerintah dan aparat keamanan menilai ada pihak yang sengaja menyebarkan ketakutan (fear mongering) di tengah masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyebut praktik fear mongering ini tidak hanya mengganggu ketenangan publik, tetapi juga berpotensi merusak suasana kondusif yang telah dibangun. “Ada pihak-pihak yang sengaja menebar ketakutan dengan narasi yang tidak berdasar. Ini bukan sekadar hoaks, tapi upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan gedung perkantoran di Jakarta menjadi salah satu contoh yang paling menyita perhatian. Langkah pengelola properti itu langsung memicu spekulasi liar di media sosial, yang mengaitkannya dengan potensi gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2026. Padahal, berdasarkan penelusuran di lapangan, pagar tersebut justru dipasang untuk mengantisipasi aksi-aksi yang sama sekali belum terjadi.
Selain itu, beredar pula video yang memperlihatkan sejumlah kendaraan lapis baja Anoa terparkir di kawasan Monumen Nasional (Monas). Video itu disertai narasi bahwa alutsista tersebut disiagakan untuk menghadapi gelombang massa. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dengan tegas membantah narasi tersebut, memastikan bahwa kehadiran kendaraan taktis di Monas merupakan bagian dari persiapan rutin untuk menyambut perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Narasi Provokatif dan Sumber yang Tidak Jelas
Yang mengkhawatirkan adalah cara narasi itu dikemas, sering kali dengan menggunakan kalimat provokatif seperti, “Bukti ketakutan penguasa kepada rakyatnya sendiri sampai segininya seperti mau perang.” Narasi semacam ini memicu ketegangan sosial dan mengarahkan emosi publik tanpa dasar fakta yang jelas.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol. Fadil Imran menegaskan bahwa berdasarkan data Daily Operating Reporting System (DORS) Polri, situasi kamtibmas nasional hingga saat ini masih aman dan terkendali. “Jadi, masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan Kamtibmas yang mencemaskan,” tegasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Menjelang perayaan kemerdekaan, masyarakat diimbau untuk lebih cerdas dalam memilah informasi. Pemerintah meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu merujuk pada informasi resmi dari aparat keamanan dan pemerintah daerah.
“Rakyat harus tenang. Jangan biarkan isu-isu yang tidak jelas mengganggu kekompakan kita dalam merayakan kemerdekaan. Ini milik kita semua,” pungkas Hasan Nasbi.






