Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Beta Maluku Institute (BMI): Blok Masela harus mengutaman tenaga kerja lokal

by Aulia Rachman Siregar
April 6, 2016
in Migas
Reading Time: 2min read
Beta Maluku Institute (BMI): Blok Masela harus mengutaman tenaga kerja lokal
0
SHARES
64
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Polemik terkait penempatan kilang LNG, on shore atau offshore yang terjadi sejak  sejak tahun 2014 lalu, antara Menteri ESDM dan Menteri Koordinator Kemaritiman, kini telah usai dengan adanya keputusan Presiden Jokowi yang menyepakati onshore.

Sekalipun demikian, ada beberapa hal yang penting untuk dipertimbanngkan oleh semua elemen dalam pengelolaan blok masela.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Beta Maluku Institute (BMI) Achmad Husein Borut.

Achmad mengemukakan,  Pemilihan lokasi produksi, onshore (didarat) tidak semata didasarkan atas pertimbangan ekonomi. Dengan menghitung estimasi angka atau standar efisiensi, tapi hal yang mesti  dilihat serta dipertimbangkan adalah soal manfaat sosial, pertimbangan lingkungan hidup, serta aspek penyerapan dan pendayagunaan tenaga kerja lokal.

“Perlu ada tindakan proteksi dan pencegahan lingkungan hidup dengan melakukan analisis dan audit lingkungan atas dokumen AMDAL, khususnya pada tahap produksi-eksploitasi” ujar Achmad di Jakarta (6/04/2016).

Disamping itu tambah Achmad, harus ada transparansi laporan Keuangan perusahaan untuk menganalisis cashflow, sehingga bisa diketahui alokasi anggaran yang jelas pada semua tahapan, mulai dari eksplorasi sampai dengan eksploitasi. Serta mengetahui secara pasti posisi kas faktual yang nantinya akan  berimplikasi terhadap kewajiban pembayaran pajak, hal ini penting dilakukan untuk mencegah manipulasi pembayaran pajak.

“Masyarakat maluku juga mesti concern terhadap industri pendukung dan penunjang industri  utama, pkarena ketersediaan SDM untuk pengelolaan migas terbatas, maka penyerapan Tenaga kerja dilakukan pada industri pendukung pengelolaan gas” Saran Mantan Pengurus Besar (PB) HMI ini.

FB_IMG_1459881616370Foto: Achmad Husein Borut

Pemilihan pembangunan kilang produksi juga mesti diseriusi, karena hal ini akan berimplikasi serius terhadap maluku kedepan, perdebatan ini tidak mesti dilihat dari estimasi angka dan dalam perspeektif perusahaan, tapi mesti dilihat manfaat sosial yang terus berlanjut dan dinikmati masyarakat secara bebas. Sambung Achmad.

“Perusahaan harus ada sebagai stakeholder penting dalam masterplan pembangunan maluku, wabil khusus kabupaten Maluku barat daya dan Maluku tenggara barat” tutupnya. (MR. Vis)

Previous Post

Isu Resuffle jilid II, Margarito: Menarik kalau ada menteri yang berani mengevaluasi Presiden

Next Post

Pemuda NTB dukung Fahri melawan

Related Posts

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi
Migas

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

Juli 10, 2026
Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?
Energi

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

Juli 4, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Jaga Jakarta Diuji di Matraman, JAN: “Kita Jaga Kota Kita, Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

TERPOPULER

Jaga Jakarta Diuji di Matraman, JAN: “Kita Jaga Kota Kita, Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved