Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Beta Maluku Institute (BMI): Blok Masela harus mengutaman tenaga kerja lokal

by Aulia Rachman Siregar
April 6, 2016
in Migas
Reading Time: 2min read
Beta Maluku Institute (BMI): Blok Masela harus mengutaman tenaga kerja lokal
0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Polemik terkait penempatan kilang LNG, on shore atau offshore yang terjadi sejak  sejak tahun 2014 lalu, antara Menteri ESDM dan Menteri Koordinator Kemaritiman, kini telah usai dengan adanya keputusan Presiden Jokowi yang menyepakati onshore.

Sekalipun demikian, ada beberapa hal yang penting untuk dipertimbanngkan oleh semua elemen dalam pengelolaan blok masela.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Beta Maluku Institute (BMI) Achmad Husein Borut.

Achmad mengemukakan,  Pemilihan lokasi produksi, onshore (didarat) tidak semata didasarkan atas pertimbangan ekonomi. Dengan menghitung estimasi angka atau standar efisiensi, tapi hal yang mesti  dilihat serta dipertimbangkan adalah soal manfaat sosial, pertimbangan lingkungan hidup, serta aspek penyerapan dan pendayagunaan tenaga kerja lokal.

“Perlu ada tindakan proteksi dan pencegahan lingkungan hidup dengan melakukan analisis dan audit lingkungan atas dokumen AMDAL, khususnya pada tahap produksi-eksploitasi” ujar Achmad di Jakarta (6/04/2016).

Disamping itu tambah Achmad, harus ada transparansi laporan Keuangan perusahaan untuk menganalisis cashflow, sehingga bisa diketahui alokasi anggaran yang jelas pada semua tahapan, mulai dari eksplorasi sampai dengan eksploitasi. Serta mengetahui secara pasti posisi kas faktual yang nantinya akan  berimplikasi terhadap kewajiban pembayaran pajak, hal ini penting dilakukan untuk mencegah manipulasi pembayaran pajak.

“Masyarakat maluku juga mesti concern terhadap industri pendukung dan penunjang industri  utama, pkarena ketersediaan SDM untuk pengelolaan migas terbatas, maka penyerapan Tenaga kerja dilakukan pada industri pendukung pengelolaan gas” Saran Mantan Pengurus Besar (PB) HMI ini.

FB_IMG_1459881616370Foto: Achmad Husein Borut

Pemilihan pembangunan kilang produksi juga mesti diseriusi, karena hal ini akan berimplikasi serius terhadap maluku kedepan, perdebatan ini tidak mesti dilihat dari estimasi angka dan dalam perspeektif perusahaan, tapi mesti dilihat manfaat sosial yang terus berlanjut dan dinikmati masyarakat secara bebas. Sambung Achmad.

“Perusahaan harus ada sebagai stakeholder penting dalam masterplan pembangunan maluku, wabil khusus kabupaten Maluku barat daya dan Maluku tenggara barat” tutupnya. (MR. Vis)

Previous Post

Isu Resuffle jilid II, Margarito: Menarik kalau ada menteri yang berani mengevaluasi Presiden

Next Post

Pemuda NTB dukung Fahri melawan

Related Posts

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz
Ekonomi

Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz

April 19, 2026
PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved