Surabaya, 5 Agustus 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa provinsi yang dipimpinnya siap menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi nasional. Komitmen ini disampaikan di tengah gelaran Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026 di Surabaya, yang dihadiri delegasi dari berbagai perguruan tinggi dan akademisi dalam dan luar negeri .
Penguatan ekosistem pendidikan vokasi di Jawa Timur diyakini telah menunjukkan hasil nyata, baik melalui penguatan talenta, sertifikasi kompetensi, kemitraan dengan industri, hingga perluasan jejaring internasional. Gubernur Khofifah menekankan bahwa kompetensi, yang dibuktikan dengan sertifikasi, telah menjadi kebutuhan mutlak bagi dunia usaha dan industri. “Hari ini ijazah saja tidak cukup,” tegasnya .
🏆 Juara Nasional 4 Tahun Berturut-turut: Bukti Nyata Dominasi Vokasi Jatim
Keyakinan Khofifah semakin kuat setelah Jawa Timur berhasil mempertahankan predikat Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional selama empat tahun berturut-turut. Prestasi ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan vokasi nasional .
Pada LKS Dikmen Nasional 2026, kontingen Jawa Timur berhasil memboyong 30 medali, terdiri dari 18 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Raihan ini menempatkan Jatim di posisi teratas, mengungguli DKI Jakarta dan Jawa Tengah .
🌍 Koneksi Global: 4.915 Siswa SMK Jatim Tembus 13 Negara
Keberhasilan pendidikan vokasi Jawa Timur tak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari dampak nyata terhadap dunia kerja. Hingga saat ini, sebanyak 4.915 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jatim telah memperoleh kesempatan magang maupun bekerja di 13 negara . Angka ini menunjukkan efektivitas penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), yang berdampak pada penurunan signifikan angka pengangguran lulusan SMK . Data BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 .
Selain penguatan SMK, Gubernur Khofifah menyoroti keberhasilan Program SMA Double Track yang membekali siswa dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan. “Kalau anak-anak bertalenta bertemu dengan mentor dan ekosistem yang tepat, mereka akan menjadi kekuatan besar bagi Indonesia,” ujar Khofifah .
💡 Pilar Menuju Jatim Pusat Vokasi Nasional
Keberhasilan ini, menurut Gubernur Khofifah, merupakan hasil sinergi kuat antara Pemprov Jatim, perguruan tinggi, dan DUDIKA dalam membangun sistem pembinaan talenta berkelanjutan . Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi membangun ekosistem vokasi yang adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan pasar kerja global.
“Jawa Timur adalah gudangnya talenta dan gudangnya vokasi,” tegas Khofifah optimis. Melalui kolaborasi yang kuat, ia yakin semakin banyak talenta muda Indonesia yang lahir dari pendidikan vokasi dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa .






