Jakarta, 15 Agustus 2026 – Di tengah gencarnya kampanye ketahanan pangan dan diversifikasi konsumsi, salah satu pangan lokal yang mulai dilirik adalah kimpul atau yang dikenal dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Tanaman umbi-umbian ini disebut-sebut sebagai alternatif pangan murah, bergizi, dan aman bagi penderita intoleransi gluten.
Kimpul atau talas Belanda ini memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan talas dan kentang. Ia dapat diolah menjadi aneka hidangan, mulai dari camilan, lauk, hingga tepung bebas gluten. Kimpul menjadi primadona bagi mereka yang sedang mencari bahan pangan lokal yang mengenyangkan dan menyehatkan.
Keunggulan Kimpul:
- Bebas Gluten
Bagi penderita penyakit celiac atau sensitif terhadap gluten, kimpul adalah pilihan yang sangat baik. Tepung kimpul dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk roti, kue, hingga mi tanpa rasa khawatir akan reaksi alergi. - Harga Terjangkau
Harga kimpul relatif lebih murah dibandingkan bahan pangan pokok lainnya seperti beras atau terigu. Tanaman ini juga mudah tumbuh di berbagai jenis tanah, sehingga berpotensi menjadi komoditas pangan mandiri di tingkat desa. - Kandungan Gizi Tinggi
Kimpul kaya akan karbohidrat kompleks sebagai sumber energi, serta serat yang baik untuk pencernaan. Selain itu, umbi ini juga mengandung vitamin C, vitamin B6, kalium, dan zat besi. - Ramah Lingkungan
Tanaman kimpul dapat tumbuh di lahan marginal dan tidak memerlukan perawatan intensif seperti pupuk kimia atau pestisida. Ini menjadikannya pilihan pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Resep Sederhana dari Kimpul:
Kimpul Goreng ala Rumahan
- Kupas kimpul, potong tipis-tipis.
- Rendam dalam air garam agar tidak cepat hitam.
- Goreng dalam minyak panas hingga kecokelatan dan renyah.
- Sajikan dengan sambal atau cabai bubuk.
Kimpul Rebus atau Kukus
- Rebus atau kukus kimpul yang telah dikupas hingga empuk.
- Sajikan dengan parutan kelapa dan sedikit garam sebagai camilan sehat.
Tantangan dan Harapan
Meskipun memiliki segudang manfaat, kimpul masih belum terlalu populer di kalangan masyarakat luas. Banyak yang belum mengetahui cara mengolahnya atau bahkan belum pernah mendengar nama kimpul. Peran pemerintah, akademisi, dan komunitas pangan lokal sangat diperlukan untuk mengenalkan dan mengembangkan pangan potensial ini sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan nasional.






