Jakarta, 15 Agustus 2026 – Praktik pengobatan kuno seperti bekam basah (hacamat) dan terapi lintah kini resmi menjadi bagian dari layanan medis modern di Turki. Didorong perubahan regulasi sejak 2014, metode yang dulu hanya dilakukan di tempat informal kini berpindah ke rumah sakit dan klinik resmi di bawah pengawasan ketat pemerintah.
Saat ini, 66 dari 81 provinsi di Turki telah memiliki dokter medis tersertifikasi yang menjalankan metode tradisional ini di rumah sakit. Di Rumah Sakit Internasional Medicana, Istanbul, dr. Erdal Dilekci, spesialis rehabilitasi fisik, rutin melakukan bekam dan terapi lintah sebagai pelengkap pengobatan modern.
“Kami menggunakan sekitar 15 metode berbeda, termasuk terapi ozon, proloterapi, akupunktur, dan terapi lintah. Semuanya diatur oleh Kementerian Kesehatan dan diajarkan dalam program sertifikasi resmi,” jelas Dilekci.
Pengobatan ini bukan pengganti pengobatan modern, melainkan pelengkap, terutama untuk kondisi kronis seperti fibromialgia, migrain, dan nyeri sendi. Prosedur disesuaikan dengan kondisi pasien berdasarkan riwayat pengobatan dan respons terhadap sesi sebelumnya. Bekam bahkan disesuaikan dengan siklus bulan untuk meningkatkan efektivitasnya.
Standar Keamanan Medis
Turki menerapkan standar keamanan ketat untuk memastikan pasien terhindar dari infeksi. Aturan dan pelatihan resmi memastikan hanya dokter dan dokter gigi bersertifikat yang menjalankan prosedur. Rumah sakit hanya menggunakan lintah dari peternakan steril dan dibuang setelah sekali pakai.
Terapi lintah efektif untuk pasien dengan varises, masalah limfatik, dan nyeri sendi. Lintah melepaskan enzim seperti hirudin, antikoagulan alami yang meningkatkan aliran darah dan perbaikan jaringan.
Pengakuan WHO terhadap nilai pengobatan tradisional juga memperkuat langkah Turki. Dukungan WHO terhadap integrasi pengobatan tradisional ke sistem kesehatan nasional diharapkan turut mendorong regulasi serupa di berbagai negara.
Model Bagi Negara Lain
Keberhasilan Turki mengintegrasikan pengobatan kuno ke sistem medis modern menjadi model menarik bagi negara lain, termasuk Indonesia. Pengawasan resmi, sertifikasi dokter, dan standar keamanan menjadi kunci keberhasilan. Dengan potensi besar pengobatan tradisional, langkah serupa diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas.
Dengan pengawasan pemerintah, metode kuno kini menjadi bagian resmi dari sistem kesehatan Turki dan menarik pasien dari Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tengah. Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Kesehatan, terapi lintah juga telah diakui dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) karena studi ilmiahnya.






