Jakarta, 25 Agustus 2026 – Aktor Jefri Nichol ikut angkat bicara terkait isu pemblokiran rekening yang diduga milik koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Banten (AMPB). Lewat unggahan di media sosial, Jefri mempertanyakan maksud di balik pemblokiran tersebut dan menyuarakan keresahan yang dirasakan banyak pihak.
“Yang diburu uangnya atau manusianya? Masa rekening ditutup gitu aja? Yakin itu cara yang benar?” tulis Jefri dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (24/8/2026).
Postingan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian mendukung keberanian Jefri untuk angkat bicara, namun tak sedikit pula yang menyebutnya kurang memahami konteks hukum dan keamanan nasional.
Soal Pemblokiran Rekening yang Viral
Isu pemblokiran rekening ini mencuat setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kepolisian RI memblokir sejumlah rekening yang diduga digunakan untuk penggalangan dana aksi unjuk rasa yang direncanakan pada 27 Agustus 2026. Langkah tersebut disebut sebagai upaya antisipatif untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Koordinator AMPB yang rekeningnya diblokir mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan resmi sebelumnya dan merasa dirugikan. “Kami salah apa? Rekening ini kami pakai untuk keperluan sehari-hari, bukan untuk demo. Jangan asal blokir!” ujarnya.
OJK Beri Penjelasan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan berdasarkan data intelijen dan laporan transaksi mencurigakan yang terindikasi kuat digunakan untuk pendanaan aksi yang berpotensi mengganggu stabilitas. “Kami tidak ingin spekulatif. Pemblokiran ini berdasarkan data dan fakta,” ujarnya.
Kritik dan Keresahan Publik
Langkah pemblokiran rekening ini menuai kritik dari sejumlah kalangan. Kelompok masyarakat sipil menilai tindakan tersebut melampaui batas dan berpotensi melanggar hak asasi warga negara, termasuk hak untuk menyampaikan pendapat dan melakukan transaksi keuangan yang sah.
“Negara boleh mengawasi, tapi jangan sampai menjadi alat untuk membungkam. Blokir rekening adalah langkah ekstrem yang harus digunakan dengan sangat hati-hati dan berdasarkan aturan yang jelas,” ujar pengamat hukum.
Imbauan dan Tanggapan
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan tetap tenang menghadapi situasi ini. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak AMPB belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Jefri Nichol.






