Syarikat Islam Ingin Perkuat Kerja Sama Muhammadiyah dalam Dakwah Ekonomi

Jakarta, 18 Oktober 2026 – Organisasi masyarakat Syarikat Islam (SI) menyatakan keinginannya untuk memperkuat kerja sama dengan Muhammadiyah, khususnya dalam bidang dakwah ekonomi. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat perekonomian umat dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Besar Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menyampaikan hal tersebut usai bersilaturahmi dengan jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, kedua organisasi memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa, termasuk di bidang ekonomi.

“Kami ingin belajar banyak dari Muhammadiyah, terutama dalam pengelolaan lembaga pendidikan, kesehatan, dan ekonomi umat. Muhammadiyah telah membuktikan bahwa dakwah tidak hanya soal ceramah, tetapi juga soal membangun kesejahteraan,” ujar Hamdan.

Dakwah Ekonomi sebagai Prioritas

Hamdan menjelaskan bahwa dakwah ekonomi menjadi salah satu prioritas Syarikat Islam ke depan. Menurutnya, umat Islam perlu didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi, bukan hanya bergantung pada bantuan atau belas kasihan.

“Kita ingin mengubah paradigma. Dakwah itu bukan hanya mengajak orang salat dan puasa, tetapi juga mengajak mereka bangkit secara ekonomi. Kalau umat kuat secara ekonomi, dakwah akan lebih efektif,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya penguatan UMKM, koperasi syariah, dan lembaga keuangan mikro syariah sebagai instrumen dakwah ekonomi. Syarikat Islam, lanjutnya, memiliki jaringan dan basis massa yang dapat digerakkan untuk mendukung program-program tersebut.

Muhammadiyah Sambut Baik

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut baik keinginan Syarikat Islam untuk memperkuat kerja sama. Menurutnya, kolaborasi antarorganisasi Islam sangat penting untuk menghadapi tantangan umat yang semakin kompleks.

“Kami sangat terbuka. Muhammadiyah dan Syarikat Islam punya sejarah panjang dan tujuan yang sama: memajukan umat dan bangsa. Kalau kita bersatu, kekuatan kita akan jauh lebih besar,” ujar Haedar.

Ia mencontohkan berbagai program Muhammadiyah yang dapat dijadikan model kerja sama, seperti jaringan rumah sakit, universitas, dan lembaga ekonomi. “Kami punya pengalaman dan infrastruktur. Silakan dimanfaatkan untuk kepentingan umat,” tambahnya.

Rencana Tindak Lanjut

Kedua organisasi sepakat membentuk tim kecil untuk menyusun rencana tindak lanjut kerja sama. Fokus awalnya adalah pengembangan program pelatihan kewirausahaan, pendampingan UMKM, serta penguatan literasi keuangan syariah di masyarakat.

“Kita akan mulai dari yang konkret. Jangan hanya MoU, tetapi harus ada program nyata yang dirasakan umat,” tegas Hamdan.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada level elite organisasi, tetapi juga sampai ke tingkat akar rumput. “Kita ingin kolaborasi ini menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen umat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru