Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sulap Sampah Jadi Energi Bersih, Pertamina Perkuat Transisi Energi

by Visioner Indonesia
Agustus 5, 2026
in Daerah, Energi, Lifestyle
Reading Time: 2min read
Sulap Sampah Jadi Energi Bersih, Pertamina Perkuat Transisi Energi

Jakarta, 5 Agustus 2026 – PT Pertamina (Persero) melalui program Energi Bersih untuk Sekolah (EBUS) mengajak siswa-siswi di berbagai sekolah untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan, sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat transisi energi dan meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Program EBUS diluncurkan di SMK Negeri 1 Jakarta pada pekan lalu. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mempelajari proses pengolahan sampah organik menjadi biogas melalui alat biodigester skala kecil yang dipasang di lingkungan sekolah.

“Kami ingin mengubah cara pandang anak-anak terhadap sampah. Sampah bukanlah masalah, tetapi potensi energi yang bisa dimanfaatkan,” ujar Direktur Utama Pertamina, Darmawan Prasodjo, dalam sambutannya di acara peluncuran.

Alat biodigester yang dipasang di sekolah bekerja dengan mengolah sampah organik, seperti sisa makanan, menjadi gas metana. Gas ini kemudian dapat digunakan untuk memasak atau menggerakkan generator listrik berkapasitas kecil.

Salah satu siswa yang terlibat, Rizky (16), mengaku antusias mengikuti program ini. “Saya baru tahu kalau sampah sisa makanan bisa jadi energi. Ini ilmu yang sangat berguna untuk masa depan,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan guru dan staf sekolah untuk memastikan keberlanjutan. Pertamina menyediakan pelatihan teknis dan pendampingan selama tiga bulan pertama.

Pertamina menargetkan program EBUS menjangkau 200 sekolah di seluruh Indonesia pada akhir 2026. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah terpencil yang memiliki potensi biomassa melimpah.

“Kami fokus pada sekolah-sekolah yang memiliki lahan terbatas dan akses listrik yang masih belum optimal. Dengan teknologi sederhana ini, mereka bisa belajar sambil mempraktikkan solusi energi berkelanjutan,” tambah Darmawan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyambut positif inisiatif ini. “Program ini sangat sejalan dengan kurikulum merdeka belajar yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek dan kesadaran lingkungan,” ujar perwakilan Kemendikbudristek dalam acara tersebut.

Dengan satu biodigester, sekolah dapat mengurangi volume sampah organik hingga 50 persen per bulan dan menghasilkan energi setara 3-5 tabung gas LPG 3 kilogram. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung target bauran energi nasional dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.


Previous Post

Pram Anung Optimistis Pemprov DKI Bisa Lunasi Utang, Target Emas Hingga Opini WTP

Next Post

Khofifah: Jatim Siap Jadi Pusat Pendidikan Vokasi Nasional

Related Posts

Di Hadapan Mahfud, Feri Amsari: “Kabinet Bayangan Perlu Lawan Kesombongan Penguasa”
Lifestyle

Di Hadapan Mahfud, Feri Amsari: “Kabinet Bayangan Perlu Lawan Kesombongan Penguasa”

Agustus 5, 2026
Peringatan Keras Gubernur Jateng: “Garis Merah” untuk BUMD yang Merugi Terus
Daerah

Peringatan Keras Gubernur Jateng: “Garis Merah” untuk BUMD yang Merugi Terus

Agustus 5, 2026
Khofifah: Jatim Siap Jadi Pusat Pendidikan Vokasi Nasional
Daerah

Khofifah: Jatim Siap Jadi Pusat Pendidikan Vokasi Nasional

Agustus 5, 2026
Pram Anung Optimistis Pemprov DKI Bisa Lunasi Utang, Target Emas Hingga Opini WTP
Daerah

Pram Anung Optimistis Pemprov DKI Bisa Lunasi Utang, Target Emas Hingga Opini WTP

Agustus 5, 2026
Bahlil Tegur AMPI: Hentikan Konflik Internal dan Perkuat Soliditas Kader
Lifestyle

Bahlil Tegur AMPI: Hentikan Konflik Internal dan Perkuat Soliditas Kader

Agustus 5, 2026
Menkomdigi: Deepfake dan Hoaks Tantangan Keterbukaan Informasi
Lifestyle

Menkomdigi: Deepfake dan Hoaks Tantangan Keterbukaan Informasi

Agustus 5, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Piala Presiden 2026: Alasan Keamanan atau Ketidakmampuan Panitia?

Tiga Pekerjaan Rumah OJK: Demutualisasi, Judol, dan Inovasi Digital

Efisiensi Anggaran Bisa Picu “Perlawanan Diam-Diam” di Birokrasi, Pengamat Ingatkan Risiko Pasif

Di Hadapan Mahfud, Feri Amsari: “Kabinet Bayangan Perlu Lawan Kesombongan Penguasa”

Pola Terorganisir di Balik Ramainya Konten Demo Mahasiswa Lama di Medsos

Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Cs Dimulai Pekan Depan

TERPOPULER

Piala Presiden 2026: Alasan Keamanan atau Ketidakmampuan Panitia?

Tiga Pekerjaan Rumah OJK: Demutualisasi, Judol, dan Inovasi Digital

Efisiensi Anggaran Bisa Picu “Perlawanan Diam-Diam” di Birokrasi, Pengamat Ingatkan Risiko Pasif

Di Hadapan Mahfud, Feri Amsari: “Kabinet Bayangan Perlu Lawan Kesombongan Penguasa”

Pola Terorganisir di Balik Ramainya Konten Demo Mahasiswa Lama di Medsos

Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Cs Dimulai Pekan Depan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved