Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Harga Minyak Anjlok Investasi Migas Merosot

by Aulia Rachman Siregar
Juli 20, 2016
in Default
Reading Time: 2min read
Harga Minyak Anjlok Investasi Migas Merosot

Jumlah investasi pada tengah tahun pertama 2016 mengalami penurunan sehingga berada di bawah tahun lalu hal itu disebabkan dengan penurunan harga minyak dunia.  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat investasi hulu miga‎s pada semester I 2016 baru mencapai US$ 5,56 miliar

Kepala Humas SKK Migas Taslim Z Yunus mengatakan‎, investasi hulu migas semester I ‎2016 mencapai US$ 5,56 miliar, turun 27 persen dibanding investasi pada periode yang sama 2015 yang tercatat US$ 7,74 miliar.

“Dibanding 2015, semester pertama tahun ini turun 27 persen,” kata ‎ Taslim, dalam media gathering SKK Migas, di Bandung, Jawa Barat,

Taslim melanjutkan, realisasi investasi sektor hulu migas pada semester I 2016 masih jauh dari target investasi migas 2016 bahkan belum mencapai 50 persen dari target sebesar US$ 17,21 miliar. ‎”Total investasi semeter I 2016 5,65 miliar masih kecil dibanding investasi 2016 belum ada 50 persen,” ungkap Taslim.

Investasi sampai semester I 2016 tersebut terdiri dari investasi eksplorasi US$ 367 juta, pengembangan US$ 845 juta, produksi US$ 3,922 juta, dan admistrasi US$ 521 juta. “Jadi total investasi semester I 2016 mencapai US$ 5,65 miliar,” tutup Taslim.

Taslim menyatakan bahwa penerimaan negara dari sektor hulu migas masih rendah, meski target lifting migas telah tercapai. Penerimaan negara dari sektor hulu migas sampai semester I tahun ini mencapai US$ 4,23 miliar. Bila dibandingkan target dalam rencana kerja dan anggaran ‎2016 sebesar US$ 7,07 miliar, maka realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas baru mencapai 59,8 persen.

‎”Jadi penerimaan negara lebih kecil dari target rencana kerja anggaran US$ 7,07 miliar,” kata Taslim.

Meski lifting migas pada semester I telah mencapai target Rencana Kerja anggaran 2016, tetapi penerimaan ‎negara dari sektor hulu migas belum mencapai target.

Hal tersebut seiring penurunan harga minyak dunia yang berimbas pada harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).

Taslim mengungkapkan, dalam rencana kerja anggaran, ICP tercantum US$ 40 per barel. Namun, realisasi rata-rata ICP hanya sebesar US$ 36,16 per barel atau baru mencapai 90,4 persen dari target.

“Jadi masalah capaian ICP, kita target US$ 40 per barel capaian US$ 36,16 hanya 90,4 persen. Jadi penerimaan negara lebih kecil dari US$ 7,07 miliar ‎,” tutur dia.(AL/VIS)

Previous Post

Terdakwa Nita kembali berulah

Next Post

Balikpapan Segera Bangun 15 Ribu Jargas

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Temui Purbaya, Bos BGN Lapor Pengurangan SPPG & Penerima MBG

KRL Greenline Kembali Normal Usai Tertahan Kerumunan Massa

Budiman Sudjatmiko: Uang Koruptor Bisa Jadi Modal Entaskan Kemiskinan Lewat RUU Perampasan Aset

Soal Perusakan dan Pembakaran Fasilitas di Jakarta, Polisi: Ulah Kelompok Perusuh!

Polri Tangkap Yuwanky, Pemilik Klub Malam Planet Batam DPO Kasus Narkoba

Nasaruddin Umar Fokus Jadi Menag, Tak Maju Calon Ketum PBNU

TERPOPULER

Temui Purbaya, Bos BGN Lapor Pengurangan SPPG & Penerima MBG

KRL Greenline Kembali Normal Usai Tertahan Kerumunan Massa

Budiman Sudjatmiko: Uang Koruptor Bisa Jadi Modal Entaskan Kemiskinan Lewat RUU Perampasan Aset

Soal Perusakan dan Pembakaran Fasilitas di Jakarta, Polisi: Ulah Kelompok Perusuh!

Polri Tangkap Yuwanky, Pemilik Klub Malam Planet Batam DPO Kasus Narkoba

Nasaruddin Umar Fokus Jadi Menag, Tak Maju Calon Ketum PBNU

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved