Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Aktivis Harda Belly Pertanyakan Laporan Kejanggalan Penangkapan FR, Warga Ogan Ilir yang Tewas di Tangan Polisi

by Visioner Indonesia
Oktober 28, 2023
in Default
Reading Time: 2min read

Jakarta – Koordinator Aktivis Sumsel-Jakarta, Harda Belly, mempertanyakan proses hukum terkait meninggalnya FR, warga Ogan Ilir yang meninggal usai ditangkap anggota Polres Lampung Utara atas dugaan pencurian kambing.

Menurut Harda, laporan dugaan kejanggalan atas penangkapan FR sehingga mengakibatkan meninggal dunia sudah masuk ke Mabes Polri, dengan Istri FR langsung yang melaporkannya. Namun, menurutnya, sampai saat ini belum ada kepastian.

“Kami mempertanyakan dengan sangat penuh harapan, laporan yang sudah dimasukan Ibu Iriani (istri FR) sudah masuk ke Propam Mabes Polri. Tapi apa kelanjutan dari laporan itu. Ini laporan masyarakat yang jauh-jauh mau menjemput keadilan, tapi apa respon Polri?,” kata Harda dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).

Harda menegaskan bahwa hukum di Indonesia tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas, masyarakat yang menjemput keadilan harusnya diberikan perhatian oleh Polri, apalagi hal itu soal kematian suaminya.

“Masyarakat yang butuh keadilan atas kematian suaminya, harusnya segera mendapat tindakan lebih lanjut oleh Polri, karena laporannya juga sudah masuk. Jangan sampai hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hal itu yang masyarakat kini rasakan,” tegas Harda.

Sebelumnya diberitakan bahwa Iriani, istri FR, warga Ogan Ilir (OI) yang meninggal dunia usai ditangkap tim Polres Lampung Utara atas kasus dugaan pencurian kambing, didampingi kuasa hukum dan beberapa aktivis Sumsel-Jakarta mendatangi Mabes Polri, Jl Trunojoyo No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (3/2/2023).

Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi terhadap suaminya sampai meninggal dunia kepada Propam Polri.

Iriani menyebut laporan yang diserahkannya untuk meminta keadilan untuk suaminya, karena dari awal penangkapan sudah banyak kejanggalan.

“Kepada bapak Kapolri, saya minta keadilan yang seadil-adilnya untuk menuntaskan kasus ini. Saya memohon kepada bapak Presiden Jokowi untuk membantu menyelesaikan kasus ini dengan seadil-adilnya,” katanya.

“Suami saya saat ditangkap tidak melakukan perlawanan dan dalam keadaan sehat namun setelah itu dikembalikan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Previous Post

Temui Presiden Jokowi, KNPI SUMSEL Tekankan Kehadiran Negara dalam Menyambut Bonus Demografi

Next Post

Raih Penghargaan Walau Tanpa Dukungan Kwarcab Muratara Pada Agenda Tahunan Sidang Paripurna Daerah Tahun 2023

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved