Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BGN Ungkap Penyebab Utama Keracunan Massal MBG di Lembang

by Visioner Indonesia
November 11, 2025
in Lifestyle
Reading Time: 2min read
0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab utama insiden keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Oktober lalu.

Hasil investigasi menunjukkan kadar nitrit tinggi dalam makanan menjadi faktor pemicu, bukan kualitas air seperti dugaan sebelumnya.

Ketua Tim Investigasi Independen BGN Arie Karimah Muhammad menjelaskan kesimpulan itu diperoleh dari hasil rapid test dan uji laboratorium yang dilakukan oleh Labkesmas Bandung Barat dan pemeriksaan air bersih di lokasi kejadian.

“Berdasarkan hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologi, semua air memenuhi standar. Penyebabnya murni dari kandungan nitrit berlebih dalam makanan,” jelas Arie melalui keterangan persnya, dikutip Senin (10/11/2025).

Tim menemukan kadar nitrit positif pada menu Program MBG di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Kayu Ambon dan Cibodas 2. Di SPPG Kayu Ambon, nitrit terdeteksi pada tumis pakcoi, sementara di Cibodas 2 ditemukan pada nasi putih, tumis wortel, putren, dan kembang kol.

Kadar nitrit pada menu di Cibodas 2 lebih tinggi dibandingkan di Kayu Ambon. Hal ini sesuai dengan jumlah korban, yakni 236 siswa dari Cibodas 2 dan 44 siswa dari Kayu Ambon yang mengalami gejala keracunan.

“Kadar nitrit yang tinggi inilah yang menjelaskan perbedaan jumlah kasus,” beber Arie.

Tim juga menyoroti proses distribusi makanan yang dinilai terlalu lama. Menu dari Cibodas 2 dimasak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tetapi baru dikirim ke sekolah pada 06.30 WIB pagi.

Jeda waktu tersebut diduga memicu peningkatan kadar nitrit pada sayuran akibat perubahan alami nitrat menjadi nitrit pada suhu kamar.

Meski begitu, tidak ada korban yang mengalami diare, yang berarti penyebabnya bukan bakteri.

“Ini memperkuat dugaan bahwa faktor kimia, yakni nitrit, menjadi penyebab utama,” terang Arie yang juga ahli farmakologi klinis.

Nitrit dalam jumlah kecil sebenarnya dibutuhkan tubuh dan dapat berubah menjadi Nitric Oxide (NO) yang bermanfaat menurunkan tekanan darah.

Namun, dalam kadar berlebih, zat ini justru menghambat kemampuan darah membawa oksigen, menyebabkan gejala lemas dan sesak yang baru muncul beberapa jam kemudian.

Arie menjelaskan bahwa nitrit secara alami terdapat di tanah, air, dan tanaman, tetapi kadarnya bisa meningkat akibat penggunaan pupuk dengan kandungan nitrit tinggi.

“Dalam kasus di Bandung Barat, kami menduga kadar nitrit tinggi berasal dari pupuk tanaman yang melebihi batas aman,” pungkasnya.

Previous Post

Kejaksaan Buka Penyidikan Korupsi Petral, Berapa Kerugian Negara?

Next Post

KMI Apresiasi Kenaikan Kepercayaan Publik terhadap Polri: Momentum Perbaikan yang Nyata

Related Posts

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi
Kesehatan

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

April 24, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026
Prabowo Minta Maaf ke PB IPSI: Pencak Silat Belum Masuk Olimpiade
Lifestyle

Prabowo Minta Maaf ke PB IPSI: Pencak Silat Belum Masuk Olimpiade

April 11, 2026
Lifestyle

Dasco Ajak Publik Jaga Kesantunan Digital, Persatuan Bangsa di Atas Segalanya

Maret 7, 2026
Lifestyle

Ramai Masyarakat Ikut Program Mudik Gratis Lebaran

Februari 27, 2026
Lifestyle

BGN Buka Diri Terhadap Kritik: Transparansi Jadi Kunci Menjaga Mutu Makan Bergizi Gratis

Januari 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved