Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BGN Ungkap Penyebab Utama Keracunan Massal MBG di Lembang

by Visioner Indonesia
November 11, 2025
in Lifestyle
Reading Time: 2min read

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab utama insiden keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Oktober lalu.

Hasil investigasi menunjukkan kadar nitrit tinggi dalam makanan menjadi faktor pemicu, bukan kualitas air seperti dugaan sebelumnya.

Ketua Tim Investigasi Independen BGN Arie Karimah Muhammad menjelaskan kesimpulan itu diperoleh dari hasil rapid test dan uji laboratorium yang dilakukan oleh Labkesmas Bandung Barat dan pemeriksaan air bersih di lokasi kejadian.

“Berdasarkan hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologi, semua air memenuhi standar. Penyebabnya murni dari kandungan nitrit berlebih dalam makanan,” jelas Arie melalui keterangan persnya, dikutip Senin (10/11/2025).

Tim menemukan kadar nitrit positif pada menu Program MBG di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Kayu Ambon dan Cibodas 2. Di SPPG Kayu Ambon, nitrit terdeteksi pada tumis pakcoi, sementara di Cibodas 2 ditemukan pada nasi putih, tumis wortel, putren, dan kembang kol.

Kadar nitrit pada menu di Cibodas 2 lebih tinggi dibandingkan di Kayu Ambon. Hal ini sesuai dengan jumlah korban, yakni 236 siswa dari Cibodas 2 dan 44 siswa dari Kayu Ambon yang mengalami gejala keracunan.

“Kadar nitrit yang tinggi inilah yang menjelaskan perbedaan jumlah kasus,” beber Arie.

Tim juga menyoroti proses distribusi makanan yang dinilai terlalu lama. Menu dari Cibodas 2 dimasak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tetapi baru dikirim ke sekolah pada 06.30 WIB pagi.

Jeda waktu tersebut diduga memicu peningkatan kadar nitrit pada sayuran akibat perubahan alami nitrat menjadi nitrit pada suhu kamar.

Meski begitu, tidak ada korban yang mengalami diare, yang berarti penyebabnya bukan bakteri.

“Ini memperkuat dugaan bahwa faktor kimia, yakni nitrit, menjadi penyebab utama,” terang Arie yang juga ahli farmakologi klinis.

Nitrit dalam jumlah kecil sebenarnya dibutuhkan tubuh dan dapat berubah menjadi Nitric Oxide (NO) yang bermanfaat menurunkan tekanan darah.

Namun, dalam kadar berlebih, zat ini justru menghambat kemampuan darah membawa oksigen, menyebabkan gejala lemas dan sesak yang baru muncul beberapa jam kemudian.

Arie menjelaskan bahwa nitrit secara alami terdapat di tanah, air, dan tanaman, tetapi kadarnya bisa meningkat akibat penggunaan pupuk dengan kandungan nitrit tinggi.

“Dalam kasus di Bandung Barat, kami menduga kadar nitrit tinggi berasal dari pupuk tanaman yang melebihi batas aman,” pungkasnya.

Previous Post

Kejaksaan Buka Penyidikan Korupsi Petral, Berapa Kerugian Negara?

Next Post

KMI Apresiasi Kenaikan Kepercayaan Publik terhadap Polri: Momentum Perbaikan yang Nyata

Related Posts

Gelisah Gen Z di Hari Kemerdekaan: Rasa Takut & Ekonomi Sulit
Lifestyle

Gelisah Gen Z di Hari Kemerdekaan: Rasa Takut & Ekonomi Sulit

Agustus 17, 2026
Dari Bekam hingga Lintah: Turki Modernkan Pengobatan Kuno, Indonesia Bisa Tiru?
Kesehatan

Dari Bekam hingga Lintah: Turki Modernkan Pengobatan Kuno, Indonesia Bisa Tiru?

Agustus 15, 2026
Pengobatan Alternatif: Solusi Aman atau Sekadar Viral?
Kesehatan

Pengobatan Alternatif: Solusi Aman atau Sekadar Viral?

Agustus 15, 2026
Mengenal Kimpul, Pangan Lokal Murah Meriah dan Bebas Gluten
Kesehatan

Mengenal Kimpul, Pangan Lokal Murah Meriah dan Bebas Gluten

Agustus 15, 2026
Tegur Keras Pengguna Vape, Menkes Budi: Jangan Bilang Vape Lebih Aman!
Kesehatan

Tegur Keras Pengguna Vape, Menkes Budi: Jangan Bilang Vape Lebih Aman!

Agustus 15, 2026
Pesantren Didorong Kelola Limbah Berbasis Alam, Itera Kenalkan Teknologi Ramah Lingkungan
Daerah

Pesantren Didorong Kelola Limbah Berbasis Alam, Itera Kenalkan Teknologi Ramah Lingkungan

Agustus 15, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

TERPOPULER

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved