Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sidra: Rekonsiliasi Nasional, upaya “mendamaikan” anak-anak Bangsa

by Aulia Rachman Siregar
April 11, 2016
in Nasional
Reading Time: 2min read
Sidra: Rekonsiliasi Nasional, upaya “mendamaikan” anak-anak Bangsa

Kakarta, IndonesiaVisioner-. Pemerintah berinisiatif melakukan rekonsiliasi Nasional yang difasilitasi oleh Menko Polhukam, kegiatan ini rencananya akan dilakukan pada tanggal  18 sampai 19 April ini di Jakarta.

Sidra Tahta Mukhtar, salah satu konseptor rekonsiliasi nasional mengemukakan, peristiwa 1965 harus dijadikan sebagai ujung tombak rekonsiliasi. Bagi Sidra, Sebagai sebuah negara yang beradab, rekonsiliasi nasional merupakan agenda yang mendesak untuk dilakukan.

Sidra menambahkan, Ada beberapa hal yang perlu dipahami dulu ketika kita melakukan rekonsiliasi nasional pertama, perlu ada rumuskan tentang pihak-pihak yang berkonflik? seperti pihak keluarga korban keganasan PKI atas pahlawan revolusi, 6 jenderal sebagai pihak yang berkepentingan. Kemudian, Himpuanan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai obyek yang menjadi sasaran atau musuh PKI saat itu, ditambah  dengan NU atau banser dan pihak-pihak lainnya.

Yang kedua, selama ini agenda rekonsiliasi nasional diabaikan, karena dianggap “masalah konflik dan dendam sudah selesai”, padahal kalau dilihat secara objetif dendam sejarah masih dianggap penghalang bagi kebersamaan anak-anak  bangsa untuk maju.  Bahkan, sambung Sidra,  anak-anak keturunan DI/TII dekade 40-an, masih menyimpan dendam yang dirawat turun temurun sampai sekarang, mereka masih menginginkan bentuk negara berdasarkan syariah Islam, bukan pancasila yang dianggap mewarisi nilai-nilai singkretisme dan sekuler. Padahal menurut genersi NII baru, Indonesia merdeka ini dicapai dari resolusi jihad kaum muslimin, banyak tokoh islam yang menjadi syuhada dalam perang kemerdekaan. Oleh karena itu melalui pemerintahan jokowi kini, agenda ini harus dihidupkan kembali.

“ada harapan, dengan rekonsiliasi maka kekompakan bangsa yang rentan dan menimbulkan friksi-fiksi politik atau sosial bisa dihilangkan. Masyarakat dan bangsa nanti akan menjadi satu sesuai agenda revolusi mental bangsa saat ini” sambung Mantan Ketua umum HMI Cabang Malang ini.

Ketiga, ada benang merah antara pemerintah jokowi sekarang dengan rekonsiliasi nasional, karena sebagai perbaduan dari Nasionalis-Nahdiyin,(koalisi PDIP,PKB,dll) perlu diselesaikan atau dituntaskan. Salah satunya, ketika elite-elit nasionalis dan tradisionalis ini maju dalam Pilkada, Pilpres atau jabatan publik lainnya, isu komunisme, PKI dan lainnya selalu dijadikan agenda black campaign pihak lawan, khususnya calon pejabat yang bertarung dari unsur militer, ini bisa hilang perlahan-lahan. Tambah pengamat politik UKI ini melalui pesan singkatnya di Jakarta (11/04/2016).

“Rencana rekonsiliasi ini akan menghadirkan beberapa tokoh-tokoh perwakilan. Ada wakil dari HMI yaitu Bang Sulastomo, mantan ketua Umum PB HMI periode 1963-1966. Wakil dari korban PKI seperti anak Mayjen Sutoyo Siswomihardjo, yakni Letjen Purn Agus Widjojo, wakil NU misalnya kiyai-kiyai NU keturunan yang jadi korban pembantaian PKI atas Kiyai di jawa” kata Sidra.

Di dunia ini rekonsiliasi nasional sudah banyak model, Model Mandela di afrika selatan, model Amerika paska perang saudara atau civil war. Ada model indonesia dan Timor Leste, pasca jajak  pendapat atau kemerdekaan Timor Leste.

“Saya usulkan agar perlu ada komite nasional masalah rekonsiliasi nasional, semua bisa selesai kalau pemerintah serius menyelesaikan persoalan ini” tutup Sidra. (MR. Vis)

 

Previous Post

Pertamina Harus Bangun Kilang Minyak

Next Post

Terpilih Menjadi Ketum PPP, Romy Minta Nasihat SDA

Related Posts

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”
Kesehatan

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Agustus 8, 2026
Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan
Nasional

Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan

Agustus 8, 2026
Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan
Nasional

Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan

Agustus 8, 2026
Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”
BUMN

Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”

Agustus 7, 2026
Petinggi Parpol Buka Suara soal Isu Reshuffle: “Hak Prerogatif Presiden, Kami Belum Dengar”
Nasional

Petinggi Parpol Buka Suara soal Isu Reshuffle: “Hak Prerogatif Presiden, Kami Belum Dengar”

Agustus 7, 2026
BRIN Pamer 200 Inovasi ke Prabowo: Reaktor Nuklir hingga Padi Biosalin
Nasional

BRIN Pamer 200 Inovasi ke Prabowo: Reaktor Nuklir hingga Padi Biosalin

Agustus 7, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Mantan Asisten Bongkar Kelakuan Richard Lee: “Tega, Tak Berperikemanusiaan!”

Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes Hina Pasien BPJS: Jangan Jumawa, Bijaklah Bermedia Sosial!

Selebgram Nabila Gardena Terseret Isu Korupsi Timah, Kuasa Hukum: “Tidak Ada Bukti Keterlibatan”

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

TERPOPULER

Mantan Asisten Bongkar Kelakuan Richard Lee: “Tega, Tak Berperikemanusiaan!”

Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes Hina Pasien BPJS: Jangan Jumawa, Bijaklah Bermedia Sosial!

Selebgram Nabila Gardena Terseret Isu Korupsi Timah, Kuasa Hukum: “Tidak Ada Bukti Keterlibatan”

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved