Jakarta, 20 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan sisi akrabnya kepada masyarakat. Dalam sebuah acara di Jakarta, ia menyampaikan bahwa dirinya lebih suka disapa dengan panggilan akrab “Bang Bowo” ketimbang sebutan formal kenegaraan.
“Aku suka kalau kau panggil Bang Bowo,” ujar Prabowo dengan senyum lebar, disambut tepuk tangan dan tawa para hadirin, Sabtu (19/9/2026).
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, Prabowo terlihat sedang berbincang dengan sejumlah warga. Salah satu warga menyapanya dengan sebutan “Pak Presiden”, namun Prabowo justru meminta agar dirinya dipanggil dengan sebutan yang lebih akrab.
“Panggil saja Bang Bowo. Lebih enak didengar,” tambahnya.
Respons Warganet
Unggahan tersebut langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar mengapresiasi gaya komunikasi Prabowo yang dinilai merakyat dan tidak kaku. “Bang Bowo terdengar lebih dekat. Ini yang bikin beliau dicintai rakyat,” tulis seorang warganet.
Namun, ada pula yang menilai bahwa dalam konteks resmi kenegaraan, sebutan “Presiden” tetap yang paling pantas. “Kalau di acara resmi, ya tetap Pak Presiden. Tapi kalau santai, Bang Bowo boleh juga,” ujar warganet lainnya.
Gaya Kepemimpinan yang Merakyat
Panggilan “Bang Bowo” sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, Prabowo sering disapa dengan sebutan itu oleh para pendukung dan relawannya. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak terlalu suka dengan protokol yang kaku dan lebih memilih berbaur langsung dengan masyarakat.
Momen ini menegaskan gaya kepemimpinan Prabowo yang ingin selalu dekat dengan rakyatnya. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika politik, Prabowo tampaknya menyadari pentingnya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, salah satunya melalui sapaan yang akrab dan sederhana.


















