Surabaya-Indonesia Visioner. Pernyataan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir terkait kasus yang membelit salah satu Bos Media besar di Indonesia Hary Tanoe menuai kritik.
Seperti diketahui bahwa beberapa waktu yang lalu saudara Mulyadi melempar statement di media bahwa penetapan tersangka Hary Tanoe adalah upaya kriminalisasi terhadap beliau.
Abi Krisma Wicaksono, yang juga merupakan salah satu pengurus Badko Hmi Jawa Timur menyayangkan dan menyesalkan statement Ketua Umum PB HMI tersebut. Menurutnya, silahkan bila berusaha memberikan dukungan terhadap apa yang di yakini benar, namun bila hal tersebut dilempar ke media, harusnya bisa lebih etis dan hati-hati, tanpa harus mendeskreditkan pihak-pihak lain. apalagi pihak penegak hukum yang jelas-jelas merupakan lembaga negara.
“Sungguh tidak etis Kanda Mulyadi sebagai Ketua Umum organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, tokoh dan simbol HMI, memberikan pernyataan di media bahwa ada upaya kriminalisasi terhadap Hary Tanoe. Karena ini akan memunculkan persepsi buruk masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Indonesia. Selain itu, pernyataan tersebut juga akan berdampak buruk bagi pembelajaran kader-kader dibawah. Karena akan memunculkan persepsi seolah-olah HMI telah berafiliasi ke pihak tertentu dan mencederai prinsip independensi, mengingat tersangka juga merupakan Ketua Umum salah satu Partai Politik di Indonesia,” Ujar Wakil Sekretaris Badko Hmi Jawa Timur ini.
“Kita tetap harus menghargai azas praduga tak bersalah terhadap siapapun yang menjadi tersangka, namun bila sudah dianggap upaya kriminalisasi kemudian digembar-gemborkan di media, maka ini sudah tidak benar, karena ini bisa dianggap mengajak masyarakat untuk tidak percaya kepada penegak hukum. Bahkan hal ini bisa saja menjurus pada upaya makar,” tambahnya.
Masih menurut Abi, “silahkan bila ingin memberi dukungan terhadap tersangka, tentunya dengan cara yang tepat, dan biarkan proses hukum yang akan membuktikan. Kita harus yakin bahwa masih ada keadilan di negeri ini”. (es/iv)






