Jakarta, 5 Agustus 2026 – Dalam beberapa hari terakhir, berbagai konten video dan foto aksi demonstrasi mahasiswa dari tahun-tahun sebelumnya kembali ramai beredar di media sosial. Fenomena ini memicu spekulasi dan pertanyaan di kalangan warganet mengenai tujuan di balik pengunggahan ulang konten-konten lama tersebut. Pengamat media sosial menilai adanya indikasi pola terorganisir di balik peristiwa ini.
“Konten-konten demo mahasiswa dari tahun 1998, 2019, hingga aksi BEM se-Indonesia di berbagai daerah muncul secara serentak dengan narasi yang hampir seragam. Ini bukan sesuatu yang terjadi secara alamiah. Polanya terorganisir dan mustahil dilakukan secara manual oleh satu atau dua orang saja,” ujar pengamat media sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Firman Noor.
Konten yang diunggah ulang tersebut umumnya menampilkan momen-momen konfrontasi antara mahasiswa dan aparat keamanan, dengan narasi yang menyudutkan pemerintah dan aparat. Beberapa di antaranya bahkan disertai dengan ajakan untuk mengulang aksi serupa pada Agustus 2026.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi adanya lonjakan konten provokatif dan hoaks di media sosial dalam sepekan terakhir. Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan pola distribusi yang terkoordinasi.
“Tim kami mendeteksi adanya penyebaran konten lama yang diedit ulang dan diberi narasi baru. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan keresahan publik jelang peringatan HUT Kemerdekaan,” ujar Meutya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Komdigi bersama Kepolisian RI telah membentuk satuan tugas untuk melacak akun-akun yang terlibat dalam penyebaran konten tersebut. Beberapa akun dengan indikasi pola aktivitas mencurigakan telah diidentifikasi dan sedang dalam proses investigasi lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang tidak jelas sumber dan konteksnya. Pemerintah meminta publik untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima dan mengutamakan sumber-sumber resmi dalam memperoleh informasi.
Jakarta, 5 Agustus 2026
Biro Pers dan Media






