Jakarta, 20 September 2026 – Organisasi masyarakat sipil Namarin mendesak Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi untuk mundur dari jabatannya. Desakan ini disampaikan menyusul serangkaian kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik dan gagal menyelesaikan persoalan mendasar di sektor transportasi.
Koordinator Namarin, Iwan Setiawan, menilai bahwa Menhub Dudy telah gagal menjalankan amanah sebagai pembantu Presiden di bidang transportasi. Menurutnya, banyak persoalan krusial seperti keselamatan penerbangan, perkeretaapian, dan transportasi jalan raya yang belum terselesaikan.
“Kami menilai Menhub Dudy lebih baik mundur. Sudah terlalu banyak persoalan transportasi yang tidak terselesaikan, mulai dari kecelakaan, keselamatan, hingga tarif yang memberatkan rakyat,” ujar Iwan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Catatan Kinerja yang Disorot
Namarini menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai mencerminkan lemahnya kepemimpinan di Kementerian Perhubungan:
- Keselamatan Penerbangan: Insiden dan kecelakaan penerbangan yang masih terjadi, termasuk masalah sertifikasi dan pengawasan maskapai.
- Transportasi Darat: Kemacetan yang tak kunjung teratasi, serta kebijakan angkutan barang dan ojol yang dinilai tidak berpihak pada pekerja.
- Perkeretaapian: Keterlambatan dan masalah keselamatan di jalur kereta api yang masih sering terjadi.
- Tarif dan Subsidi: Kebijakan tarif yang dinilai memberatkan rakyat, sementara subsidi tidak tepat sasaran.
“Kami tidak melihat ada terobosan berarti. Yang ada hanya kebijakan tambal sulam yang tidak menyentuh akar masalah,” tegas Iwan.
Seruan untuk Presiden Prabowo
Namarini juga menyerukan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja Menhub. Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat, mereka mendorong agar posisi Menhub diganti dengan figur yang lebih kompeten dan berpihak pada kepentingan publik.
“Kami meminta Presiden untuk tidak ragu mengevaluasi. Jika memang tidak mampu, lebih baik mundur. Ini soal keselamatan dan kesejahteraan rakyat banyak,” ujarnya.
Respons Kemenhub
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Perhubungan belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut. Namun, sebelumnya Menhub Dudy menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki layanan transportasi nasional.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransportasi,” ujar Dudy dalam sebuah kesempatan.




















