Visioner,id Jakarta-Aksi penolakan Warga Dusun Cilamaya Kampung Jering Bakauheni yang belum menerima ganti rugi terus dilakukan untuk memperjuangkan hak atas status tanah terdampak Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Mereka datang ke istana merdeka menuntut keadilan kepada Presiden Jokowi.
“Masyarakat yang terkena pembebasan lahan tidak diganti kerugian alas tanahnya, kurang lebih 8 hektar alas tanah milik masyarakat belum terbayarkan, seharusnya seperti apa yang sudah diamanahkan UU No. 2 Tahun 2012 tentang pembebasan lahan untuk fasilitas umum, seharusnya masyarakat sudah mendapatkan apa yang sudah mnjadi haknya namun kenyataannya tidak demikian alas tanah, tanam tumbuh serta bangunan diluluh lantakan tetapi masyarakat tidak mendpatkan pembayaran hak mereka,” Ungkap Yono Kordinator perwakilan warga Cilmalaya, di istana Merdeka, Rabu (15/6).

Demontrasi depan istana Merdeka dengan mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Islam bersama Aliansi Masyarakat Lampung Selatan Menuntut Keadilan mehon kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla untuk segera membereskan dan menyelesaikan apa yang sudah menjadi Hak dari Masyarakat Lampung Selatan khususnya desa cilamaya bakauheni lampung selatan.
“Kita ketahui bersama bahwa pembangunan jalan Tol Trans Sumatra merupakan program dari pemerintah yang didukung oleh semua pihak, tidak seperti informasi yang kita dapati yaitu pembangunan berjalan dengan lancar tepatnya didesa Cilamaya Bakauheni lampung selatan,” tegas Yono.
Para demontrasi dengan orasi dan aksi kubur diri depan istana Merdeka dengan menuntut :
1. Selesaikan pembayaran atas ganti kerugian Hak tanah kami.
2. Ungkap mafia tanah dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)
3. Periksa Tim Pembebasan lahan ( BPN Lampung Selatan dan Kementrian PU) atas keganjilan – keganjilan yang terdapat dalam pembebasan lahan mega proyek JTTS.
“Masyarakat harusnya sudah mendapatkan apa yang sudah mnjadi haknya namun kenyataannya mereka disana diabaikan, maka kami sebagai Mahasiswa Islam miris melihat masih ada mafia tanah kongkalikong dengan oknum pemerintah provinsi. Dan kami menurut ke Pak Jokowi agar turun tangan menghentikan proyek Tol JTTS tersebut sampai hak masyarakat terpenuhi,” kata Rijal dari Solidaritas Mahasiswa Islam. (Vis/Jon)






