Indonesia Visioner
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Menteri Imipas Revolusioner: Ketahanan Pangan Jadi Indikator Penilaian Kalapas dan Karutan

by Visioner Indonesia
September 10, 2025
in HUKUM
Reading Time: 2min read

JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto membuat terobosan baru dengan menjadikan program Ketahanan Pangan sebagai salah satu indikator utama penilaian kinerja kepala rutan (karutan) dan kepala lapas (kalapas). Langkah ini dinilai publik sebagai kebijakan progresif yang tidak hanya berdampak pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kedaulatan pangan.

Dalam kunjungannya ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/9/2025), Menteri Agus menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai jargon politik. “Ketahanan pangan yang dicanangkan Bapak Presiden itu luar biasa. Kedaulatan pangan seharusnya dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat. Apa yang dicanangkan Bapak Presiden perlu dukungan kita semua,” ujar Agus.

Program ketahanan pangan di Nusakambangan sendiri sudah berjalan dengan berbagai pelatihan, mulai dari menanam padi dan jagung, beternak ayam, sapi, hingga budi daya ikan nila, tambak udang, serta penanaman pohon kelapa. Semua itu melibatkan warga binaan, sehingga memberi mereka keterampilan baru yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.

Menurut Agus, arah kebijakan ini berangkat dari evaluasi pembinaan lapas yang selama ini belum maksimal. Ia mendapati jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) masih sangat terbatas, hanya sekitar 4.000 warga binaan yang terlibat di seluruh Indonesia. “Padahal BLK itu penting agar warga binaan punya keterampilan kerja sebelum bebas,” jelasnya.

Langkah Menteri Agus mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk aktivis masyarakat sipil. Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, menilai gagasan ini sebagai lompatan besar dalam mengubah wajah lembaga pemasyarakatan. “Menteri Agus datang dengan semangat perubahan. Menjadikan ketahanan pangan sebagai indikator kinerja kalapas dan karutan bukan hanya inovatif, tapi juga menyentuh akar persoalan. Publik mendukung penuh kebijakan ini agar lapas tidak lagi dipersepsikan negatif, melainkan sebagai pusat pembinaan yang produktif,” ujar Romadhon, Rabu (10/9).

Selain itu, Menteri Agus juga mengaitkan langkahnya dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, yang kemudian diterjemahkan dalam 13 program akselerasi pembenahan lapas. Ia menyebut, beberapa di antaranya fokus pada pemberdayaan warga binaan melalui program pelatihan dan kerja nyata.

Romadhon menambahkan, partisipasi publik sangat diperlukan dalam mengawal kebijakan ini. “Kami mendorong agar masyarakat tidak hanya mengawasi, tapi juga terlibat langsung. Dengan begitu, transparansi terjaga, dan manfaat program benar-benar dirasakan oleh warga binaan maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Kebijakan Menteri Agus menunjukkan arah baru Kementerian Imipas yang lebih terbuka, visioner, dan berpihak pada kepentingan bangsa. Dengan dukungan lintas kementerian, lembaga, dan masyarakat, transformasi lapas menuju pusat pembinaan modern dan produktif semakin nyata di depan mata.

Previous Post

Reshuffle Kabinet Prabowo: Prediksi Rocky Gerung Terbukti

Next Post

KMI Dukung Langkah Presiden Prabowo Bentuk Tim Reformasi Polri dan Investigasi Independen Pascademo

Related Posts

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”
HUKUM

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”

September 1, 2026
Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, JAN: Modal Kuat Jaga Kepercayaan Publik
HUKUM

Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, JAN: Modal Kuat Jaga Kepercayaan Publik

September 1, 2026
Amran “Bersih-bersih” Kementan, 13 Pejabat Dicopot Gara-gara Judol!
HUKUM

Amran “Bersih-bersih” Kementan, 13 Pejabat Dicopot Gara-gara Judol!

September 1, 2026
Ibam Kecewa Vonis Nadiem Diperberat: “Keadilan Bukan Ditentukan Suara Mayoritas!”
HUKUM

Ibam Kecewa Vonis Nadiem Diperberat: “Keadilan Bukan Ditentukan Suara Mayoritas!”

September 1, 2026
Warga Tewas Setelah Demo 27 Agustus, Kompolnas: Harus Diusut Tuntas!
HUKUM

Warga Tewas Setelah Demo 27 Agustus, Kompolnas: Harus Diusut Tuntas!

September 1, 2026
KPK Duga Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Terjadi di Kampus Lain
HUKUM

KPK Duga Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Terjadi di Kampus Lain

September 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”

Kampung Nelayan hingga Swasembada Garam, KKP Perketat Pengawasan 6 Program Utama

KKP Dorong Sinergi BUMN Percepat Swasembada Garam Nasional 2027

“Prabowo Tutup 290 BUMN, Klaim Hemat Dana hingga Rp50 Triliun”

Dua Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 1.088 Personel Polisi Dikerahkan

Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, JAN: Modal Kuat Jaga Kepercayaan Publik

TERPOPULER

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”

Kampung Nelayan hingga Swasembada Garam, KKP Perketat Pengawasan 6 Program Utama

KKP Dorong Sinergi BUMN Percepat Swasembada Garam Nasional 2027

“Prabowo Tutup 290 BUMN, Klaim Hemat Dana hingga Rp50 Triliun”

Dua Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 1.088 Personel Polisi Dikerahkan

Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, JAN: Modal Kuat Jaga Kepercayaan Publik

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE

Indonesia Visioner - All Rights Reserved