Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dicopotnya Sahroni: Politik Tanpa Etika Hanya Akan Jadi Panggung Dagelan

by Visioner Indonesia
Agustus 29, 2025
in HUKUM
Reading Time: 2min read
0
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pencopotan Sahroni dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI oleh partainya bukan sekadar pergantian biasa. Publik melihat ini sebagai sinyal keras bahwa arogansi, sikap “belagu”, dan politik gaya selebritas akhirnya bisa menjadi bumerang. Politik seharusnya ruang pengabdian, bukan arena pamer kuasa.

Sahroni selama ini dikenal vokal, blak-blakan, sekaligus penuh kontroversi. Namun, keberanian yang tidak dibarengi kebijaksanaan kerap berubah menjadi sikap over-acting. Panggung politik lalu menjadi arena personal branding, alih-alih wadah serius mengawal hukum, hak asasi, dan demokrasi.

Apa yang menimpa Sahroni adalah teguran publik: bahwa DPR tidak bisa terus menjadi arena pertunjukan drama. Rakyat sedang menuntut solusi konkret atas mahalnya harga beras, carut marut energi, hingga problem hukum yang tidak pernah beres. Sayangnya, sebagian politisi masih sibuk mengatur kamera dan sorotan panggung.

Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, menegaskan pencopotan ini menjadi peringatan bagi semua politisi agar tidak terjebak pada kesombongan politik. “Wakil rakyat seharusnya rendah hati, menjaga marwah lembaga, serta menempatkan kepentingan publik jauh di atas kepentingan personal,” kata Edi, Jumat (29/8) di Jakarta.

Dalam kacamata publik, DPR sudah terlanjur identik dengan citra buruk: penuh skandal, gaduh, dan minim kinerja. Di sinilah sebenarnya peluang bagi politisi muda untuk membalik persepsi. Namun, peluang itu akan lenyap jika yang dipertontonkan hanyalah gaya hidup mewah, ucapan bombastis, atau sikap belagu yang melecehkan nurani rakyat.

KMI mengingatkan, politik tanpa etika hanyalah jalan pintas menuju kehancuran kepercayaan. “Kekuasaan itu bukan panggung selfie. Kekuasaan itu mandat rakyat. Bila mandat dipermainkan, maka hukuman politik bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan,” ujar Edi Homaidi.

Lebih jauh, kasus Sahroni harus dibaca sebagai tanda bahwa partai politik mulai merespons kegelisahan publik. KMI menilai langkah ini positif, sekaligus menjadi warning keras agar politisi lain segera menata diri. Politik yang abai pada kesantunan, apalagi meremehkan rakyat, hanya akan memperpendek umur karier.

Akhirnya, Edi Homaidi dan KMI menegaskan bahwa ke depan, demokrasi Indonesia membutuhkan politisi yang bukan hanya cerdas dan vokal, tetapi juga berkarakter, rendah hati, dan mampu menjaga integritas. “Kalau masih ada yang belagu, jangan salahkan publik ketika menutup pintu kepercayaan,” tegasnya.

KMI menutup dengan seruan: politik adalah jalan mulia bila dijalankan dengan hati. Namun politik akan jadi panggung dagelan bila hanya dijadikan arena kepentingan diri. Pencopotan Sahroni menjadi pengingat, bahwa demokrasi tidak butuh aktor, tapi pemimpin yang berani berpihak pada rakyat.

Previous Post

DPR Joget, Rakyat Menderita: Polri Jadi Korban di Tengah Aksi Anarkis

Next Post

BIN dan Krisis Deteksi Dini: Negara Jangan Kehilangan Kendali

Related Posts

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”
HUKUM

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Juni 9, 2026
RUU Polri Ramai Diperbincangkan, Tapi Benarkah Publik Sudah Baca Utuh?
HUKUM

RUU Polri Ramai Diperbincangkan, Tapi Benarkah Publik Sudah Baca Utuh?

Juni 6, 2026
Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved