Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kabinet Bayangan dan Mikrofon di Tengah Sepinya Oposisi

by Visioner Indonesia
Agustus 7, 2026
in Nasional
Reading Time: 2min read
Kabinet Bayangan dan Mikrofon di Tengah Sepinya Oposisi

Jakarta, 7 Agustus 2026 – Di tengah hiruk-pikuk politik yang mulai terasa pengap, muncullah gerakan yang oleh sebagian orang disebut “gila”, oleh yang lain disebut “nyali”. Kabinet Bayangan resmi diluncurkan di Cikini, Senin lalu. Bukan dengan meriam atau bendera perang, tapi dengan mikrofon dan tumpukan data. “Kami tidak memiliki senjata, yang kami miliki hanya mikrofon,” kata Feri Amsari, salah satu penggagasnya. Sebuah pernyataan yang terdengar sederhana, tapi sekaligus menohok: sejauh mana kekuasaan takut pada suara?

Gerakan ini lahir dari sebuah kegelisahan yang tak terbantahkan: fungsi pengawasan DPR nyaris lumpuh. Koalisi gemuk di parlemen membuat kritik menjadi sesuatu yang asing, dan oposisi hanya tinggal nama. Maka, 15 akademisi dan aktivis memutuskan untuk mengisi ruang kosong itu. Mereka bukan pemerintah tandingan, karena mereka tidak punya anggaran, tidak punya kewenangan, tidak punya polisi. Yang mereka punya adalah akal sehat dan keberanian untuk mengatakan bahwa raja tidak berpakaian.

Strukturnya dibuat mirip kabinet: ada menteri keuangan, menteri sekretaris negara, hingga menteri-menteri lain yang mengawasi setiap kementerian di Kabinet Merah Putih. Tapi jangan salah, mereka tidak berniat merebut kursi. Mereka hanya ingin mengingatkan bahwa ada cara lain, ada kebijakan lain, ada jalan lain yang mungkin lebih masuk akal. Dalam bahasa Feri, ini adalah “alternative policy proposal”, atau dalam bahasa publik: “Ini lho, yang benar menurut kami.”

Respon dari penguasa? Seperti biasa, beragam. Ada yang tersenyum, ada yang cemberut. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan santai mengatakan pemerintah menghormati partisipasi publik selama berorientasi data. Sementara Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dengan tegas menyatakan bahwa istilah “shadow cabinet” tidak dikenal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Artinya, secara konsep, mereka tidak suka. Tapi secara hukum, mereka tidak bisa melarang.

Mahfud MD, dengan khas, memberikan analisis dingin: ini adalah hak konstitusional warga negara. Pasal 28E dan 28F UUD 1945 menjamin kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat. Kabinet Bayangan tidak melakukan makar, karena makar butuh senjata dan niat menggulingkan. Mereka hanya punya niat menggugat kebijakan. Selama tidak mengklaim kekuasaan formal, negara tidak punya alasan untuk membubarkan mereka.

Lalu apa yang sebenarnya membuat gerakan ini menarik? Bukan karena mereka pintar. Bukan karena mereka berani. Tapi karena mereka lahir dari sebuah realita yang menyedihkan: bahwa rakyat sudah kehilangan cara untuk mengkritik. Parlemen menjadi panggung sandiwara, media menjadi corong kekuasaan, dan ruang publik dipenuhi hoaks. Di tengah kekosongan itulah Kabinet Bayangan hadir, sebagai pengingat bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tapi juga tentang mengawasi.

Ini bukanlah pertarungan. Ini adalah pilihan. Bagi pemerintah, mereka bisa menganggap ini sebagai angin lalu, atau sebagai alarm. Bagi publik, mereka bisa melihat ini sebagai hiburan, atau sebagai harapan. Tapi yang pasti, para menteri bayangan ini telah melakukan sesuatu yang berani: mereka mengingatkan bahwa kekuasaan, sebesar apa pun, tidak boleh bebas dari tontonan. Dan tontonan itu, sayangnya, dihasilkan oleh mereka yang tidak duduk di kursi kekuasaan.


Previous Post

Skandal Paper SSRN Catut Nama Prabowo, Kemdikti Buka Temuan Awal

Next Post

Survei LSI: 78,7% Publik Puas Kinerja Prabowo-Gibran di Tengah Dinamika Global

Related Posts

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”
Kesehatan

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Agustus 8, 2026
Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan
Nasional

Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan

Agustus 8, 2026
Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan
Nasional

Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan

Agustus 8, 2026
Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”
BUMN

Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”

Agustus 7, 2026
Petinggi Parpol Buka Suara soal Isu Reshuffle: “Hak Prerogatif Presiden, Kami Belum Dengar”
Nasional

Petinggi Parpol Buka Suara soal Isu Reshuffle: “Hak Prerogatif Presiden, Kami Belum Dengar”

Agustus 7, 2026
BRIN Pamer 200 Inovasi ke Prabowo: Reaktor Nuklir hingga Padi Biosalin
Nasional

BRIN Pamer 200 Inovasi ke Prabowo: Reaktor Nuklir hingga Padi Biosalin

Agustus 7, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Angka Kemiskinan Turun ke 8,07 Persen, Ekonom Soroti Kesenjangan dengan Kondisi Riil

Polda Metro Tegaskan Jakarta Aman dan Terkendali: Aktivitas Masyarakat Normal, Ekonomi Lancar

BGN Percepat Pembangunan SPPG di Wilayah 3T, Target Rampung dalam Satu Minggu

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Wamen Ekraf harap ke depan banyak wisatawan kunjungi Tomohon

Interupsi di Paripurna, Janji Manis Sherly Tjoanda soal Jalan Mulus Disorot DPRD

TERPOPULER

Angka Kemiskinan Turun ke 8,07 Persen, Ekonom Soroti Kesenjangan dengan Kondisi Riil

Polda Metro Tegaskan Jakarta Aman dan Terkendali: Aktivitas Masyarakat Normal, Ekonomi Lancar

BGN Percepat Pembangunan SPPG di Wilayah 3T, Target Rampung dalam Satu Minggu

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Wamen Ekraf harap ke depan banyak wisatawan kunjungi Tomohon

Interupsi di Paripurna, Janji Manis Sherly Tjoanda soal Jalan Mulus Disorot DPRD

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved