Ternate, 8 Agustus 2026 – Pidato Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di hadapan DPRD Provinsi Maluku Utara pada Kamis (6/8/2026) mendapat perhatian khusus. Usai menyampaikan pidato dalam rapat paripurna, seorang anggota dewan menginterupsi dan menyoroti janji kampanye Gubernur Sherly yang dinilai manis, namun belum menunjukkan realisasi nyata.
Anggota DPRD Maluku Utara, Hazlatan Ukhra Kasuba, memanfaatkan momen interupsi untuk mengingatkan Gubernur Sherly tentang janjinya saat berkampanye di Loloda Utara. Ia menyebut Gubernur Sherly pernah berjanji bahwa pada tahun 2027, jalan dan jembatan di wilayah tersebut akan mulus.
“Saya tentunya tidak menentang apa pun yang Ibu Gubernur rencanakan, walaupun 450 km diarahkan ke dua kabupaten. Mudah-mudahan juga bisa adil di kabupaten yang lain. Dan saya ingatkan Ibu Gubernur pernah berjanji di Loloda Utara, tahun 2027 jalan jembatannya mulus,” ujar Hazlatan, sebagaimana dikutip dari Kompas.tv, Sabtu (8/8/2026) .
Dalam rapat paripurna tersebut, anggota DPRD juga menyoroti Rancangan APBD 2027. Interupsi ini menjadi sorotan karena menyoroti kesenjangan antara janji kampanye yang ambisius dengan realisasi program di lapangan. Sherly Tjoanda, yang dilantik pada 20 Februari 2025, mengambil alih kepemimpinan Maluku Utara setelah mendiang suaminya, Benny Laos, meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat pada Oktober 2024 .
Janji Gubernur Sherly untuk membangun infrastruktur di Loloda Utara menjadi perhatian karena daerah tersebut merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian khusus terkait akses transportasi. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gubernur mengenai tindak lanjut dari interupsi tersebut. Rapat paripurna ini menjadi pengingat bagi publik bahwa janji-janji politik, sekalipun terkesan manis, harus dibuktikan dengan kerja nyata dan anggaran yang tepat sasaran .





